Oknum Dinas Perhubungan Berlagak Preman, Tampar Seorang Pria di Warung Kopi di Soppeng

Seorang oknum pegawai Dinas Perhubungan berinisial M mendapatkan banyak kecaman dari warganet terkait perbuatannya yang dinilai tidak pantas tersebut.


zoom-inlihat foto
oknum-dinas-perhubungan-menampar.jpg
Tangkapan Layar Instagram/warung_jurnalis
Seorang pegawai berseragam Dinas Perhubungan menampar seorang pria di sebuah warung kopi di Soppeng, Sulawesi Selatan.


Kemudian saat kafe hendak tutup, pelaku pun diberi tagihan pembayaran minuman sebesar Rp 3.335.000.

Pelaku pun menolak membayar dan meninggalkan kafe.

Padahal pelanggan yang lain sudah membubarkan diri.

Sebuah kafe di wilayah Kecamatan Kalideres, Cengkareng, Jakarta Barat menjadi saksi penembakan tiga orang hingga tewas, pada Kamis (25/2/2021) dini hari.
Sebuah kafe di wilayah Kecamatan Kalideres, Cengkareng, Jakarta Barat menjadi saksi penembakan tiga orang hingga tewas, pada Kamis (25/2/2021) dini hari. (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Mengetahui hal tersebut, korban bernama Sinurat yang bekerja sebagai pengamanan kafe langsung menegur.

Terjadilah cekcok antara pelaku dan Sinurat.

Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan menembakkan ke tiga korban secara bergantian.

Ketiga korban itu yakni Sinurat, seorang Anggota TNI AD yang juga sebagai Keamanan RM kafe, Feri (Bar Boy), dan MAnik (Kasir RM Kafe).

Setelah melakukan aksi koboi jalanan, oknum polisi itu langsung keluar kafe dan masih menenteng senjata apinya.

Ia kemudian dijemput temannya dengan menggunakan mobil.

Baca: Oknum Polisi Mabuk di Kafe Tapi Ogah Bayar, Tembak Mati Anggota TNI dan Pegawai

Baca: Polisi Virtual Sudah Aktif Bekerja, Pantau hingga Beri Peringatan Aksi Warganet di Medsos

Namun saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Kalideres Jakarta Barat.

Peristiwa tersebut kemudian membuat Indonesia Police Watch (IPW) bereaksi.

Ketua IPW Neta S Pane menyebut aksi brutal yang diduga dilakukan polisi koboi di kafe Cengkareng menunjukkan Jakarta semakin tidak aman.

Bahkan Neta S Pane mengatakan bahwa pelaku penembakan tersebut harus dihukum mati.

"Kami mendesak, oknum polisi yang diduga sebagai pelaku penembakan dijatuhi hukuman mati dan Kapolres Jakarta Barat harus segera dicopot dari jabatannya," kata Neta kepada Warta Kota, Kamis (25/2/2021).

Menurut Neta, ada dua alasan kenapa Kapolres Jakarta Barat harus dicopot.

"Pertama, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah dia membiarkan ada kafe yang buka hingga pukul 04.00, padahal saat ini tengah pandemi Covid 19," ujar Neta.

"Kedua, Kapolres kurang memperhatikan perilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal yang diduga dilakukan anak buahnya di wilayah hukumnya," tambahnya.

"Aksi brutal polisi koboi ini sangat memprihatinkan.

Sebab kasus tembak mati enam laskar FPI di Km 50 tol Cikampek saja belum beres, kini Polda Metro Jaya masih harus menghadapi kasus tembak mati tiga orang di Cengkareng," ujarnya.

Baca: 4 Ibu Mendekam di Rutan Akibat Lempar Batu Ke Pabrik Tembakau, Suami: Anak Saya ikut Dipenjara

Baca: Viral Oknum Polisi Tembak Mati Ibu dan Anak di Bagian Kepala, Dipicu Debat Soal Hak Jalan

Parahnya lagi kata Neta korban yang ditembak oknum polisi itu adalah anggota TNI.

"Untuk itu Polda Metro Jaya perlu bertindak cepat dan segera copot Kapolres Jakarta Barat yang bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut," katanya.

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi/Restu)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved