Bagi Ketua DPR Nancy Pelosi, Donald Trump Tak Lebih dari Noda dalam Sejarah Amerika

Nancy Pelosi hanya berpesan pada Donald Trump agar mengakui Joe Biden sebagai presiden


zoom-inlihat foto
grasi-trump-013.jpg
Brendan Smialowski / AFP
Foto file yang diambil pada 12 Januari 2021, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melambaikan tangan saat berjalan ke Marine One di South Lawn Gedung Putih di Washington, DC sebelum keberangkatannya ke Alamo, Texas. Trump disebut-sebut akan memberi grasi kepada 100 kriminal kerah putih, rapper terkenal, dan seorang dokter mata terkenal.


Tak Belajar dari Michelle Obama

Tradisi Tur Gedung Putih terus dilakukan meski situasi politik memanas.

Bahkan Laura Bush mengundang Michelle Obama dua kali, sendiri dan bersama putrinya.

Michelle Obama juga mengajak Melania tur tak lama setelah Donald Trump memenangkan kursi kepresidenan.

Keluarga Obama tetap memberikan sambutan hangat kepada Trump setelah dia terpilih.

Baca: Barack Obama Sebut Demokrasi di AS di Ambang Krisis

Baca: Termasuk Soal Orang Muslim, Presiden Baru AS Joe Biden Siap Ubah Kebijakan Aneh di Era Donald Trump

Padahal Trump sempat memberikan komentar miring pada Obama ketika pemilu, termasuk mempertanyakan kelahiran Presiden ke-44 itu.

Barack dan Michelle Obama menjamu Donald dan Melania Trump pada 10 November 2016, hanya dua hari setelah Trump memenangkan Gedung Putih.

Saat para pria mengobrol di West Wing, kedua wanita itu minum teh di kediaman keluarga.

Selain itu, Michelle memberi Melania tur ke tempat tinggal keluarga pertama dan membawanya untuk melihat Truman Balcony.

Dalam foto file yang diambil pada tanggal 20 Januari 2017 Presiden AS Donald Trump (tengah) berbicara dengan mantan Presiden Barack Obama saat mantan Wakil Presiden Joe Biden dan Senator New York Chuck Schumer melihat saat upacara pelantikan di US Capitol di Washington DC. Ketika Donald Trump melihat ke bawah untuk terakhir kalinya dari helikopternya di atas halaman Gedung Putih pada 20 Januari 2021, puing-puing kepresidenannya tidak akan terhindarkan. Pemain sandiwara dengan rambut pirang yang diwarnai, kulit kecokelatan palsu dan bakat untuk berhubungan dengan orang banyak mulai menjabat empat tahun lalu, membuat janji yang mengejutkan dalam pidato pengukuhannya bahwa ia akan mengakhiri
Dalam foto file yang diambil pada tanggal 20 Januari 2017 Presiden AS Donald Trump (tengah) berbicara dengan mantan Presiden Barack Obama saat mantan Wakil Presiden Joe Biden dan Senator New York Chuck Schumer melihat saat upacara pelantikan di US Capitol di Washington DC. Ketika Donald Trump melihat ke bawah untuk terakhir kalinya dari helikopternya di atas halaman Gedung Putih pada 20 Januari 2021, puing-puing kepresidenannya tidak akan terhindarkan. Pemain sandiwara dengan rambut pirang yang diwarnai, kulit kecokelatan palsu dan bakat untuk berhubungan dengan orang banyak mulai menjabat empat tahun lalu, membuat janji yang mengejutkan dalam pidato pengukuhannya bahwa ia akan mengakhiri "pembantaian Amerika." (Paul J.RICHARDS / AFP)

Tak Dapat Penghormatan Ala Militer

Media Lokal AS melaporkan pada pekan lalu, tak akan ada penghormatan 21 senjata yang akan mewarnai acara perpisahan Donald Trump.

Diberitakan Tribunnews, alasannya Trump dianggap melakukan pelanggaran tradisi.

Pentagon dikabarkan telah menolak permintaan pemerintah untuk menggelar upacara bergaya militer tradisional.

Upacara perpisahan untuk Trump akan digelar pada Rabu pagi (20/1/2021) waktu setempat, sebelum Presiden terpilih Joe Biden mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden AS berikutnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada rilis resmi apakah jadinya akan ada upacara 21 senjata untuk Trump atau tidak.

Trump sendiri mengatakan tak akan datang ke acara pelantikan.

Karenanya, Wakil Presiden Mike Pence diharapkan menghadiri acara tersebut untuk mewakili Trump.

Polemik Grasi untuk Diri Sendiri

Baca: Bos Twitter Sedih Blokir Akun Donald Trump: Keputusan Tepat Tapi Sebuah Kegagalan

Baca: Pendemo Wanita Gasak Laptop Nancy Pelosi saat Gedung Capitol Rusuh, akan Dijual ke Mata-mata Rusia

Dalam sebuah wawancara via telepon, Minggu (29/11/2020), yang pertama kalinya Donald Trump lakukan sejak hari pemilihan, Trump memberi tuduhan baru yang menyatakan bahwa FBI dan Departemen Kehakiman AS terlibat dalam kecurangan Pilpres AS yang menguntungkan saingannya, Joe Biden.
Dalam sebuah wawancara via telepon, Minggu (29/11/2020), yang pertama kalinya Donald Trump lakukan sejak hari pemilihan, Trump memberi tuduhan baru yang menyatakan bahwa FBI dan Departemen Kehakiman AS terlibat dalam kecurangan Pilpres AS yang menguntungkan saingannya, Joe Biden. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

Pada awal Januari 2021, Donald Trump mengklaim punya hak untuk memberikan grasi bagi diri sendiri.

"Seperti yang telah dinyatakan oleh banyak sarjana hukum, saya memiliki hak mutlak mengeluarkan grasi untuk diri saya," kicaunya di Twitter.





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved