TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama memperingatkan bahwa demokrasi di Amerika Serikat "tampaknya sedang tertatih-tatih di ambang krisis."
Setidaknya itu yang dikatakan Obama di kata pengantar buku barunya yang berjudul 'A Promise Land'.
Dalam kutipan, Obama mengatakan dirinya belum berhasil "sepenuhnya mengantisipasi .. hal-hal yang belum terungkap", setelah lengser jabatannya.
Kalimat tersebut mengacu pada pada hadirnya pandemi Covid-19, krisis ekonomi dan protes atas ketidakadilan rasial yang meletus di AS tahun ini.
Buku yang akan dirilis pada Selasa depan (17/11) oleh penerbit Atlantic ini menuliskan argumentasi Obama perihal tantangan yang dihadapi AS ke depan.
Baca: Selain Cupang, Ini 7 Jenis Ikan Hias Populer yang Bisa Kamu Pelihara
Baca: 3 Akun Medsos yang Dilaporkan Terkait Kasus Video Syur Mirip Gisel Dihapus Pemiliknya
Ia mengatakan bahwa tantangan atas keberlangsungan demokrasi-lah yang menurutnya "mungkin paling mengganggu semua".
Obama menyebut bahwa dunia sedang mengamati "untuk melihat apakah eksperimen kita dalam sistem demokrasi dapat berhasil", seraya menambahkan jumlah pemilih pilpres AS tahun ini yang memecahkan rekor dan membawa Joe Biden sebagai kandidat yang dipastikan ke Gedung Putih.
Namun demikian, Obama yakin bahwa pemilu bukanlah satu hal yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang ia sebutkan.
"Perpecahan kita semakin dalam, tantangan yang sedang kita hadapi semakin mengecilkan hati. Saya berharap keyakinan saya terus ada pada sesama warga (AS), khususnya generasi penerus,"tulisnya, dilansir BBC, Kamis (12/11/2020).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)