Pendemo Wanita Gasak Laptop Nancy Pelosi saat Gedung Capitol Rusuh, akan Dijual ke Mata-mata Rusia

Saksi mengungkap upaya penjualan laptop masih terkendala, saat ini masih disimpan pencuri sendiri


zoom-inlihat foto
para-pengunjuk-rasa-berkumpul-di-dekat-kantor-ketua-dpr-nancy-pelosi.jpg
MENANGKAN MCNAMEE / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
WASHINGTON, DC - 06 JANUARI: Para pengunjuk rasa yang mendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di dekat kantor Ketua DPR Nancy Pelosi di Capitol AS setelah kelompok-kelompok melanggar keamanan gedung pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. Pengunjuk rasa pro-Trump memasuki gedung Capitol AS selama demonstrasi di ibu kota negara. Menangkan McNamee / Getty Images / AFP


TRIBUNNEWSWIKI.COM - FBI sedang menyelidiki kasus hilangnya laptop Ketua DPR AS Nancy Pelosi, yang hilang pada saat terjadi kerusuhan di Gedung Capitol, Rabu (6/1/2021).

Sementara, sebuah rekaman menunjukkan seorang wanita bernama June Williams di dekat kantor Pelosi.

Diberitakan Politico, dia diyakini mencuri laptop dan hard drive.

Wanita itu diduga bermaksud menjualnya ke mata-mata Rusia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kejelasan apakah FBI berhasil meringkusnya.

"Tampaknya WILLIAMS telah melarikan diri," menurut pernyataan tertulis, yang ditandatangani Minggu (17/1/2021) dan diposting ke publik setelah jam 9 malam.

"Menurut petugas penegak hukum setempat di Harrisburg, ibu WILLIAMS menyatakan bahwa WILLIAMS mengemasi tas dan meninggalkan rumahnya dan memberi tahu ibunya, dia akan pergi selama beberapa minggu. WILLIAMS tidak memberikan informasi apapun kepada ibunya tentang tujuan yang dituju. "

Di sisi lain, asisten/pembantu Pelosi tak bisa dihubungi Politico untuk dimintai komentar terkait berita ini.

Menurut keterangan tertulis, seorang saksi yang berbicara kepada pihak berwajib mengaku pernah melihat video Williams "mengambil komputer laptop atau hard drive dari kantor Pelosi".

Baca: Nancy Pelosi

Baca: Donald Trump Segera Tinggalkan Gedung Putih, Tak Ada Penghormatan 21 Senjata saat Perpisahan

WASHINGTON, DC - 12 JANUARI: Ketua DPR Nancy Pelosi (D-CA) (Kiri) mengenakan masker pelindung saat tiba di US Capitol pada 12 Januari 2021 di Washington, DC. Hari ini Dewan Perwakilan Rakyat berencana untuk memberikan suara pada resolusi Rep. Jamie Raskin (D-MD) yang menyerukan Wakil Presiden Mike Pence untuk meminta Amandemen ke-25, mencopot Presiden Trump dari jabatannya. Pada hari Rabu, Partai Demokrat berencana untuk memberikan suara pada artikel pemakzulan. Stefani Reynolds / Getty Images / AFP
WASHINGTON, DC - 12 JANUARI: Ketua DPR Nancy Pelosi (D-CA) (Kiri) mengenakan masker pelindung saat tiba di US Capitol pada 12 Januari 2021 di Washington, DC. Hari ini Dewan Perwakilan Rakyat berencana untuk memberikan suara pada resolusi Rep. Jamie Raskin (D-MD) yang menyerukan Wakil Presiden Mike Pence untuk meminta Amandemen ke-25, mencopot Presiden Trump dari jabatannya. Pada hari Rabu, Partai Demokrat berencana untuk memberikan suara pada artikel pemakzulan. Stefani Reynolds / Getty Images / AFP (Stefani Reynolds / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP)

"[Saksi 1] menyatakan bahwa WILLIAMS bermaksud mengirimkan perangkat komputer tersebut ke teman di Rusia, yang kemudian berencana menjual perangkat itu ke SVR, dinas intelijen luar negeri Rusia, "kata agen itu.

"Menurut [Saksi 1], pemindahan perangkat komputer ke Rusia gagal karena alasan yang tidak diketahui dan WILLIAMS masih memiliki perangkat komputer tersebut atau menghancurkannya."

"Masalah ini masih dalam penyelidikan," lanjut agen itu.

Libatkan Tentara Terlatih

Kerusuhan di Gedung Capitol, AS, disebut tak hanya melibatkan penduduk sipil pendukung Donald Trump.

The Associated Press menyebut anggota tentara, mantan tentara, dan penegak hukum terlibat kerusuhan tersebut.

Satu di antara bukti yang meyakinkan, adanya barisan pria yang mengenakan helm dan pelindung tubuh.

Mereka tampak menaiki tangga dalam satu baris, di mana masing-masing pria memegang kerah jaket yang di depan.

Baca: Gladi Bersih Pelantikan Joe Biden Kacau: Kebakaran Biasa Dikira Bom, Peserta Gladi Berlari Panik

Baca: Termasuk Soal Orang Muslim, Presiden Baru AS Joe Biden Siap Ubah Kebijakan Aneh di Era Donald Trump

Formasi tersebut dikenal sebagai "Ranger File", prosedur operasi standar tim tempur untuk menembus gedung, seperti diberitakan Al Jazeera, Jumat (15/1/2021).

Formasi demikian merujuk pada tentara atau Marinir AS yang bertugas di Irak dan Afghanistan.

Analisis AP terhadap catatan publik, postingan, dan video media sosial menunjukkan setidaknya 21 anggota, mantan militer AS, atau penegak hukum telah diidentifikasi berada di Capitol atau sekitarnya pada saat kerusuhan.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved