Segera Bersiap, Belanja Online Semakin Mahal Pasca Pemerintah Wajibkan E-Commerce Asing Pungut PPN

Belanja online akan menjadi lebih mahal mulai Agustus mendatang setelah Pemerintah resmi menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk e-commerce.


zoom-inlihat foto
tips-aman-unggah-foto-selfie-dengan-ktp.jpg
Pixabay
Ilustrasi belanja online.


Belanja online akan menjadi lebih mahal mulai Agustus mendatang setelah Pemerintah resmi menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk e-commerce.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi Covid-19 telah menyuburkan tren yang sudah muncul beberapa tahun terakhir, belanja online

Di Indonesia, kini semakin banyak masyarakat yang menggunakan internet atau cara online untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Tren tersebut marak terlebih mengingat protokol kesehatan yang harus diterapkan jika ingin membeli barang langsung di pasar, toko atau supermarket.

Belanja melalui sistem daring pun disebut bisa menghemat waktu dan biaya bagi konsumen tanpa harus keluar rumah.

Terkait dengan maraknya tren belanja online, masyarakat harus bersiap-siap dengan kenaikan tarif.

Belanja online kini akan semakin mahal dengan aturan baru dari pemerintah.

Pemerintah Indonesia kini resmi mewajibkan e-commerce luar negeri untuk memungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang/jasa yang diperjualbelikan.

Artinya, para konsumen yang berbelanja online harus membayar 10% lebih mahal dari barang yang dibeli. 

Baca: Meski Sering Terkendala Jaringan, Dirjen Dikti: Kuliah Online Disambut Baik oleh Dosen dan Mahasiswa

Baca: Pengunjung Harus Patuhi Protokol Kesehatan Ini saat Kunjungi Pusat Perbelanjaan atau Mal

Baca: Ibu-Ibu Belanja Baju Lebaran Pakai Uang Bansos, Wali Kota Bogor Bima Arya Sampaikan Rasa Kecewa

Ilustrasi belanja online
Ilustrasi belanja online (Kompas.com)

Dalam hal tersebut, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjuk pelaku usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebagai pemungut PPN PMSE terhadap pelaku usaha yang telah memenuhi batasan kriteria.

Adapun, batasan kriteria e-commerce yang bakal mematok PPN yakni memiliki nilai transaksi dengan pembeli melebihi Rp 600 juta per tahun, atau Rp 50 juta per bulan.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved