Meski Sering Terkendala Jaringan, Dirjen Dikti: Kuliah Online Disambut Baik oleh Dosen dan Mahasiswa

Penerapan new normal di jenjang perguruan tinggi adalah dengan sistem kuliah online. Meski berkendala, Dirjen Dikti mengklaim kuliah online diminati.


zoom-inlihat foto
kuliah-onlen.jpg
ugm.ac.id
Ilustrasi perkuliahan secara online.


Penerapan new normal di jenjang perguruan tinggi adalah dengan sistem kuliah online. Meski berkendala, Dirjen Dikti mengklaim kuliah online diminati.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat adalam skala besar dan bersama-sama tidak diperbolehkan.

Berkumpulnya banyak orang-orang dalam satu tempat yang sama menjadi sesuatu yang sangat dihindari, karena memperbesar risiko penularan Covid-19.

Kegiatan tersebut, salah satunya ada di bidang pendidikan di semua jenjang.

Jika untuk jenjang SMP dan SMA ada kelonggaran untuk sistem pembelajaran tatap muka untuk zona hijau, beda halnya dengan perguruan tinggi.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan, perkuliahan dilakukan sebisa mungkin secara daring atau online.

Terkait dengan perkuliahan online atau daring, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran daring yang dilakukan sejak Maret 2020, salah satunya melalui survei.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam, pada acara temu media Bincang Sore secara virtual (24/6/2020) lalu.

“Pada bulan Maret, sebanyak delapan juta mahasiswa dan 300 ribu dosen kita secara mendadak bertransformasi ke dalam pembelajaran daring," kata Nizam.

Baca: Kemendikbud Resmi Ringankan Biaya Kuliah PTN dan PTS: Berikut Jenis Skema UKT untuk Perguruan Tinggi

Baca: Tidak Ada Perkuliahan Secara Tatap Muka Hingga Akhir 2020, Mendikbud: Keselamatan Nomor Satu

Baca: Kabar Gembira untuk Mahasiswa Indonesia, Mendikbud Nadiem Ambil Keputusan Ringankan Biaya Kuliah

Ilustrasi masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek).
Ilustrasi masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). (Tribunnews.com)

Ia melanjutkan "dari hasil survei tersebut, didapatkan 70 persen menyatakan pembelajaran daring dinilai baik bahkan sangat baik, 30 persen lainnya mengakui masih adanya kelemahan." ucap Nizam.

Nizam menambahkan bahwa "Kendalanya seperti keterjangkauan dan stabilitas jaringan, kadang-kadang suara hilang di tengah-tengah kuliah atau putus koneksi.”











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved