TRIBUNNEWSWIKI.COM - Langkah pencegahan penyebaran pandemi virus Corona juga dilakukan swadaya bersama oleh masyarakat.
Kegiatan jaga kampung atau pos ronda ditingkatkan seiring bertujuan untuk mengurangi laju perpindahan warga antar kampung.
Meski begitu, protokol Covid-19 tetap harus dijalankan agar tetap bertujuan mencegah penyeraban virus, termasuk dalam kegiatan di pos ronda atau pos jaga Covid-10 di kampung atau desa.
Jangan sampai justru kegiatan berjaga skala kampung atau desa tersebut menjadi klaster penyebaran baru, seperti yang terjadi di Salatiga, Jawa Tengah.
Pemerintah Kota Salatiga mengumumkan tambahan dua kasus positif virus corona baru atau Covid-19 pada Jumat (29/5/2020).
Kasus baru itu berasal dari Klaster Cempaka, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida mengatakan, pasien baru itu berusia 68 tahun dan 30 tahun.
Kedua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tertular akibat kegiatan jaga ronda malam.
Baca: Pemeriksaan SIKM Bakal Diperpanjang hingga Status Darurat Bencana Nasional Pandemi Covid-19 Dicabut
Baca: Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Akan Dikarantina dan Harus Bayar Sendiri Biaya Tes Covid-19
Baca: Waspada, WHO Peringatkan Puncak Kedua Pandemi Virus Corona Lebih Berbahaya Dibanding yang Pertama
"Mereka berjenis kelamin laki-laki dan penularannya berasal dari aktivitas jaga malam atau ronda," kata Siti dikutip dari laman Kompas.com dengan judul Update Covid-19 Salatiga: Tambah 2 Kasus Positif, Tertular Saat Ronda.
Siti mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, termasuk saat ronda.
Masyarakat diminta menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu, saat terpaksa keluar rumah.
Selain itu, masyarakat harus menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir.
Menurut Siti, pedagang dan pengunjung Pasar Pagi Salatiga menjalani rapid test virus corona baru atau Covid-19.
Hal itu dilakukan saat pembukaan pasar setelah ditutup selama lima hari.
“Sebelumnya sudah ditemukan satu pedagang pasar pagi dari Kabupaten Semarang yang positif."
"Kemudian ada lagi satu pedagang dari Salatiga yang positif terkena virus dari Pasar Kobong Semarang."
"Pergerakannya, orang tersebut kulakan (beli barang) di Pasar Kobong Semarang kemudian berdagang di Pasar Pagi,” jelasnya.
Dari 163 orang yang menjalani rapid test virus corona, sembilan orang dinyatakan reaktif.
“Setelah diketahui asal kelompoknya, jika orang tersebut berasal dari Kota Salatiga maka akan segera kita lakukan swab sesuai jadwal puskesmas wilayah masing-masing."
"Nantinya, puskesmas juga yang akan melanjutkan contact tracing,” jelasnya.
Baca: Tetap 13 Juli 2020, Ini Alasan Kemendikbud Tak Mundurkan Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi Corona
Baca: Hand Sanitizer atau Tisu Antiseptik, Manakah yang Lebih Efektif Bunuh Virus Corona?
Baca: Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Langgar Perbatasan, demi Cegah Penyebaran Corona