TRIBUNNEWSWIKI.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa puncak kedua pandemi Covid-19 lebih berbahaya dibandingkan dengan yang pertama.
Dunia masih diselimuti dengan pandemi Covid-19.
Kasus positif virus corona masih terus bertambah setiap harinya.
Bahkan hingga kini belum ada negara yang benar-benar berhasil dalam mengatasi wabah Covid-19 ini.
Selain itu meskipun jumlah kasus di sejumlah negara yang sudah berkurang ternyata masih ada ancaman lain yang berbahaya.
WHO mengingatkan tentang adanya potensi puncak kedua dari serangan virus Corona ini.
Baca: Puncak Kedua Pandemi Covid-19 Dinilai Lebih Berbahaya, Adakah Cara untuk Meredamnya?
Baca: WHO Ingatkan Potensi Puncak Kedua Pandemi Corona, Lebih Berbahaya, Kapan Waktunya?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan daerah dengan kasus infeksi virus corona menurun masih berpotensi menghadapi puncak kedua pandemi Covid-19.
Hal itu bisa terjadi jika daerah abai pada tindakan konkret pencegahan wabah.
Dikutip dari Kompas.com, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO, Dr. Mike Ryan mengatakan, dunia saat ini masih berada di tengah-tengah pandemi virus corona gelombang pertama.
Meski temuan positif Covid-19 di sejumlah negara sudah menurun, Ryan mencatat banyak negara yang kasus infeksi virus coronanya meningkat.
Terutama di kawasan AS, Asia, dan Afrika.
Epidemi kerap datang dalam beberapa gelombang, dengan kata lain wabah bisa kembali saat gelombang awal telah mereda.
Ada potensi infeksi virus corona biang penyakit Covid-19 bisa naik lebih cepat.
Terutama apabila kebijakan konkret pencegahan penyakit untuk menghentikan wabah di gelombang pertama terlalu cepat dicabut.
"Kita harus menyadari, Covid-19 bisa melonjak kapan saja.
Kita perlu bersiap, kita mungkin mengalami puncak kedua gelombang ini," kata Ryan dalam pengarahan daring WHO, seperti dilansir SCMP (26/5/2020).
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu puncak kedua pandemi virus corona.
Melansir CNN (27/5/2020), puncak kedua virus corona diproyeksikan terjadi dengan ciri-ciri temuan kasus positif Covid-19 masih tinggi, namun ada lonjakan tajam infeksi virus corona yang muncul secara tiba-tiba.
Puncak kedua pandemi corona ditenggarai tidak rapi atau terpola layaknya gelombang pandemi.
Puncak kedua ini bisa muncul setelah tingkat infeksi penyakit Covid-19 mulai stabil.