Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Akan Dikarantina dan Harus Bayar Sendiri Biaya Tes Covid-19

Mereka yang baru kembali ke Jakarta tidak difasilitasi pemeriksaan rapid test maupun swab test oleh pemerintah kota.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-tes-covid-19.jpg
Tribun Palu
Ilustrasi tes Covid-19. Karena alatnya terbatas, penumpang kereta api (KA) Luar Biasa tanpa SIKM harus tes Covid-19 dengan biaya sendiri.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penumpang kereta api (KA) Luar Biasa akan dikarantina jika tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta

Selain itu, mereka juga harus melakukan pemeriksaan Covid-19 dengan biaya sendiri.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat, Erizon Safari.

Mereka yang baru kembali ke Jakarta tidak difasilitasi pemeriksaan rapid test maupun swab test oleh pemerintah kota.

"Kalau memang tertangkap dan enggak punya SIKM kita undang rumah sakit swasta untuk melakukan pemeriksaan itu berbayar, arahan dari dinas kayak gitu" ujar Erizon ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/5/2020).

Menurut Erizon, hal tersebut disebabkan alat tes Covid-19 yang sangat terbatas.

Ditambah, para penumpang KA Luar Biasa yang dikarantina itu merupakan pelanggar Pergub Nomor 47 Tahun 2020, lantaran tidak punya SIKM.

"Habis saja nanti alatnya untuk ngecek semua orang-orang yang mudik semua," kata Erizon. "Kebayang dong, orang ratusan ribu. Buat wilayah saja kurang, ini yang langgar aturan malah difasilitasi," tambah dia.

Selain itu, mereka yang sudah memiliki surat keterangan bebas Covid-19 dari daerah asalnya juga tidak perlu dilakukan pemeriksaan ulang.

Baca: Simak Cara Buat Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Provinsi DKI Jakarta saat masa Covid-19

Baca: Tak Bisa Tunjukkan SIKM, 5 Penumpang Kereta Asal Surabaya Di Tes Swab dan Dikarantina

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Pixabay/Tumisu)

Sebab mereka yang menjalani karantina akibat tidak memiliki SIKM belum tentu memiliki masalah kesehatan.

"Kalau belum punya status atau keterangan kesehatannya (bebas Covid-19), baru kami wajibkan mereka melakukan swab test dengan biaya mandiri, atau kami minta pulang kembali ke wilayahnya," tutur Erizon.

Sebelumnya, sebanyak dua orang dari 40 penumpang KA Luar biasa yang datang ke Jakarta melalui Stasiun Gambir kedapatan tidak memiliki SIKM, pada Kamis (28/5/2020) kemarin.

Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Jakarta Pusat Gatra Pratama mengatakan, dua orang itu langsung diarahkan petugas menjalani karantina di tempat yang sudah disediakan tim Gugus Tugas Covid-19.

"Tindak lanjutnya 2 orang yang tidak memiliki SIKM itu kami bawa ke GOR Gambir. Untuk (pemeriksaan) swab itu nanti kewenangan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat," tuturnya.

Tak Bisa Tunjukkan SIKM, 5 Penumpang Kereta Asal Surabaya Dites Swab dan Dikarantina

Sebanyak lima orang penumpang asal Surabaya yang tidak membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) terjaring dalam operasi SIKM di Stasiun Gambir.

Operasi tersebut dilakukan oleh petugas keamaan Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk mengecek penumpang kereta api yang masuk ke wilayah Jakarta.

"Total ada lima orang yang tidak memiliki SIKM atau surat-suratnya tidak lengkap," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto, Selasa (26/5/2020), seperti dikutip Antara.

Baca: Ke Jakarta Melalui Bandara Soekarno-Hatta tanpa SIKM, Siap-siap Rogoh Kocek untuk Karantina Sendiri

Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Menghantara membenarkan akan adanya operasi SIKM yang menjaring lima orang penumpang tersebut.

Ia pun menjelaskan jika ke limanya tidak bisa menunjukkan surat dan tidak memenuhi aturan Pergub DKI 47/2020.





ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved