TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak warga AS yang berada di Ukraina segera meninggalkan negara itu.
Biden mengatakan situasi di Ukraina bisa "menjadi kacau dengan cepat" di tengah ancaman invasi Rusia.
"Warga Amerika harus meninggalkan [Ukraina], harus meninggalkannya sekarang," kata Biden dikuti dari The Guardian, (11/2/2022).
"Kita berhadapan dengan salah satu militer terbesar di dunia. Ini situasi yang sangat berbeda dan keadaan bisa menjadi kacau dengan cepat."
Sementara itu, pembicaraan antara Rusia dan Ukraina pada Kamis malam, (10/2/2022), dilaporkan mengalami kebuntuan.
Kendati demikian, kedua belah pihak tetap setuju untuk melanjutkan pembicaraan.
Baca: Kirim Senjata ke Ukraina, AS Dituding Buat Situasi Politik Makin Panas
Baca: PM Inggris Boris Johnson: Invasi ke Ukraina Akan Jadi Bencana Militer bagi Rusia & Dunia
Rusia diperkirakan telah mengerahkan lebih dari 135.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina.
Beberapa pengamat meyakini jumlah ini sudah cukup untuk melancarakan invasi jika Rusia memang menginginkannya.
Kendati demikian, Rusia berulang kali membantah adanya rencana invasi ke negara bekas Uni Soviet itu.
Di tengah potensi invasi itu, Biden masih menegaskan tidak akan mengirimkan pasukan ke Ukraina.
Bahkan, kata Biden, pasukan AS tidak dikirim untuk menyelamatkan warga AS di Ukraina jika Rusia menyerbu.
"Itu perang dunia. Ketika orang Amerika dan Rusia mulai menembak satu sama lain, kita berada di dunia yang berbeda," katanya.
"Apa yang aku harapkan adalah jika [Vladimir Putin] cukup bodoh untuk melakukannya, jika cukup pintar untuk tidak melakukan apa pun yang akan berdampak buruk kepada warga Amerika.
Baca: PM Inggris Boris Johnson: Sanksi Siap Dijatuhkan jika Rusia Menyerbu Ukraina
Baca: Vladimir Putin Tuding AS & Sekutunya Jadikan Ukraina sebagai Alat untuk Ganggu Rusia
Kirim ribuan tentara tambahan
Biden mengatakan mengirimkan sekitar 3.000 tentara tambahan ke Polandia dan Romania pada awal bulan ini guna mengamankan Eropa Timur apabila Rusia benar-benar menginvasi Ukraina
Dilansir dari Reuters, (3/2/2022), satu skuadron Stryker berisi sekitar 1.000 tentara AS yang bermarkas Vilseck, Jerman, dikirim ke Romania.
Selain itu, sekitar 1.700 tentara lainnya, terutama dari 82nd Airborne Division, akan dikerahkan dari Fort Bragg, California, ke Polandia.
Kemudian ada sebanyak 300 tentara yang bakal dipindahkan dari Fort Bragg ke Jerman.
Sebelumnya, Biden sempat menegaskan komitmennya untuk menunjukkan keberadaan AS di Eropa Timur.
"Selama dia [Putin] tetap bertindak agresif, kita akan memastikan bahwa kita bisa meyakinkan sekutu NATO kita dan yang berada di Eropa Timur bahwa kita di sana," kata Biden.
Baca: Bahas Ukraina, AS dan Rusia Terlibat Adu Mulut dalam Sidang Dewan Keamanan PBB
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini