PM Inggris Boris Johnson: Sanksi Siap Dijatuhkan jika Rusia Menyerbu Ukraina

Johnson meminta parlemen Inggris menjatuhkan sanksi kepada individu dan perusahaan Rusia yang terlibat.


zoom-inlihat foto
boris-johnson-kunjungi-sekolah.jpg
JACK HILL / POOL / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat mengunjungi sekolah Castle Rock di Coalville, England tengah, pada 26 Agustus 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan sanksi siap dijatuhkan kepada Rusia jika negara pimpinan Vladimir Putin itu menginvasi Ukraina.

Dia meminta parlemen Inggris menjatuhkan sanksi kepada individu dan perusahaan Rusia yang terlibat.

"Sanksi dari Inggris dan tindakan lainnya siap [dijatuhkan] untuk setiap serangan baru dari Rusia," kata Johnson dikuti dari Reuters, (8/2/2022).

Ucapan ini keluar setelah Amerika Serikat menyebut Rusia bisa menyerbu Ukraina kapan saja.

Kini Rusia telah mengerahkan sekitar 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina.

Kendati demikian, Rusia membantah berencana melakukan invasi ke negara bekas Uni Soviet itu.

Pada hari Kamis pekan lalu Johnson mengatakan Inggris mempertimbangkan penerahan jet tempur dan kapal perang Inggris untuk melindungi Eropa Timur.

Baca: PM Inggris Boris Johnson: Invasi ke Ukraina Akan Jadi Bencana Militer bagi Rusia & Dunia

Johnson juga menyebut Menteri Pertahanan Ben Wallace dan Menteri Luar Negeri Liz Truss akan terbang ke Moskow dalam waktu dekat.

Inggris, kata dia, saat ini bersiap menguatkan satuan tempur NATO, yang dipimpin Inggris, di Estonia.

Seorang tentara Ukraina sedang berjaga di dekat Gorlivka, Donetsk, garis perbatasan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia, 23 Januari 2022.
Seorang tentara Ukraina sedang berjaga di dekat Gorlivka, Donetsk, garis perbatasan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia, 23 Januari 2022. (ANATOLII STEPANOV / AFP)

Johnson: Akan jadi bencana besar

Johnson sebelumnya juga mewanti-wanti Rusia agar tidak menyerbu Ukraina.

Dia mengatakan bakal ada konsekuensi besar yang muncul jika Rusia menyerbu negara Eropa Timur itu.

Invasi ke Ukraina, kata dia, justru akan menjadi bencana kemanusiaan, politik, dan militer bagi Rusia dan dunia.

Hal ini dia ucapkan ketika bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenzkiy, di Kyiv, Ukraina.

Johnson juga membantah bahwa Amerika Serikat (AS) dan UK membesar-besarkan ancaman yang dimunculkan oleh Rusia.

Baca: Vladimir Putin Tuding AS & Sekutunya Jadikan Ukraina sebagai Alat untuk Ganggu Rusia

Baca: Bahas Ukraina, AS dan Rusia Terlibat Adu Mulut dalam Sidang Dewan Keamanan PBB

Sebaliknya, kata dia, kenyataan yang terjadi adalah Rusia mengerahkan banyak pasukan di perbatasan Ukraina.

Tak hanya itu, Johnson mengatakan pengerahan itu menunjukkan adanya permusuhan terhadap Ukraina.

"Dia [Putin] berusaha menggambar kembali peta keamanan Eropa dan memberlakukan zona pengaruh yang baru, Yalta yang baru," kata Johnson dikutip dari The Guardian, (2/2/2022).

Konferensi pers di Kyiv ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh AS mengabaikan permintaan Rusia perihal keamanan di Eropa Timur.

Dalam konferensi pers itu, Presiden Ukraina berulang kali membela Johnson dengan menolak tudingan bahwa Barat sedang menciptakan kepanikan.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved