TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mewanti-wanti Rusia agar tidak menyerbu Ukraina.
Johnson mengatakan bakal ada konsekuensi besar yang muncul jika Rusia menyerbu negara Eropa Timur itu.
Invasi ke Ukraina, kata dia, justru akan menjadi bencana kemanusiaan, politik, dan militer bagi Rusia dan dunia.
Hal ini dia ucapkan ketika bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenzkiy, di Kyiv, Ukraina.
Johnson juga membantah bahwa Amerika Serikat (AS) dan UK membesar-besarkan ancaman yang dimunculkan oleh Rusia.
Sebaliknya, kata dia, kenyataan yang terjadi adalah Rusia mengerahkan banyak pasukan di perbatasan Ukraina.
Tak hanya itu, Johnson mengatakan pengerahan itu menunjukkan adanya permusuhan terhadap Ukraina.
Baca: Vladimir Putin Tuding AS & Sekutunya Jadikan Ukraina sebagai Alat untuk Ganggu Rusia
"Dia [Putin] berusaha menggambar kembali peta keamanan Eropa dan memberlakukan zona pengaruh yang baru, Yalta yang baru," kata Johnson dikutip dari The Guardian, (2/2/2022).
Konferensi pers di Kyiv ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh AS mengabaikan permintaan Rusia perihal keamanan di Eropa Timur.
Dalam konferensi pers itu, Presiden Ukraina berulang kali membela Johnson dengan menolak tudingan bahwa Barat sedang menciptakan kepanikan.
Zelenskiy mengatan ada sekitar 35.000 hingga 50.000 pasukan Rusia di Krimea, 35.000 di Donbas yang diduduki, dan 100.000 di perbatasan Ukraina-Rusia.
"Saya menunggu Rusia menarik mundur pasukannya dari perbatasan kami. Kami tidak butuh janji. Lakukan saja satu tindakan itu," kata Zelenskiy.
Sementara itu, Johnson sendiri dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Putin pada hari ini, Rabu (2/2/2022), melalui telepon.
Baca: Bahas Ukraina, AS dan Rusia Terlibat Adu Mulut dalam Sidang Dewan Keamanan PBB
Baca: Anggap AS Buat Kepanikan, Presiden Ukraina Marah: Kami Bukan Titanic yang Akan Tenggelam
Menlu Inggris memperingatkan
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss juga memperingatkan Rusia tentang konsekuensi yang muncul apabila negara itu itu menginvasi Ukraina.
Truss mengatakan invasi ke Ukraina hanya akan memunculkan "situasi mengerikan dan hilangnya nyawa", sama seperti Perang Soviet-Afganistan dan konflik di Ceko pada masa silam.
Oleh karena itu, dia mendesak Putin untuk "berhenti dan mundur dari Ukraina sebelum dia membuat kesalahan besar".
Tak hanya itu, Truss juga mengatakan Rusia tidak pernah belajar dari sejarah.
Dia memandang konflik yang terjadi di Ukraina saat ini adalah bagian dari perselisihan yang lebih besar antara negara-negara liberal dan negara-negara autokrasi, termasuk Rusia dan Cina.
"Bersama dengan sekutu kita, kita akan terus berada di pihak Ukraina dan mendesak Rusia untuk menurunkan ketegangan dan terlibat dalam pembicaraan penting. Apa yang terjadi di Eropa Timur berdampak kepada dunia," kata Truss dikutip dari The Guardian, (21/1/2022).
Baca: AS dan Sekutunya Bersiaga Hadapi Kemungkinan Invasi Rusia ke Ukraina
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini