Vladimir Putin Tuding AS & Sekutunya Jadikan Ukraina sebagai "Alat untuk Ganggu Rusia"

Kendati demikian, Putin mengatakan siap melanjutkan pembicaraan dengan AS dan sekutunya.


zoom-inlihat foto
Vladimir-Putin-Hungaria.jpg
YURI KOCHETKOV / POOL / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Setelah diam saja sejak Desember tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya buka suara tentang hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Rusia yang kini memanas akibat persoalan Ukraina.

Putin menuding AS dan sekutunya menggunakan Ukraina sebagai "alat untuk mengganggu Rusia".

Selain itu, Putin menuduh AS telah mengabaikan permintaan Rusia untuk menarik mundur pasukan NATO di Eropa Timur.

Mengutip pemberitaan The Guardian, (2/2/2022), mantan agen intelijen itu sebelumnya juga pernah meminta AS untuk tidak menerima Ukraina ke dalam aliansi sekutunya.

Dia memperkirakan masuknya Ukraina menjadi anggota NATO bisa menyebabkan konflik di wilayah Krimea yang dianekasasi Rusia tahun 2014.

"Sudah jelas bahwa permintaan utama Rusia diabaikan," kata Putin setelah berbincang dengan Perdana Menteri Hungaria Victor Orban, dikutip dari The Guardian.

Baca: Bahas Ukraina, AS dan Rusia Terlibat Adu Mulut dalam Sidang Dewan Keamanan PBB

Kendati demikian, Putin mengatakan siap melanjutkan pembicaraan dengan Barat.

Namun, Rusia juga dilaporkan terus mengerahkan ribuan pasukan ke perbatasan Ukraina.

Putin sebelumnya diam saja hampir sebulan dan tidak berminat mengomentari tudingan adanya rencana invasi ke Ukraina.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden percaya bahwa Rusia belum memutuskan apakah bakal menyerbu Ukraina atau tidak.

Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk membahas Ukraina.

"Jika Putin tidak berniat berperang atau mengubah rezim, ini waktunya mundur," kata Blinken kepada Lavrov.

Baca: Anggap AS Buat Kepanikan, Presiden Ukraina Marah: Kami Bukan Titanic yang Akan Tenggelam

Baca: AS dan Sekutunya Bersiaga Hadapi Kemungkinan Invasi Rusia ke Ukraina

Pada hari Selasa, (1/2/2022), Putin mengecam pengiriman senjata ke Ukraina dan mengatakan negara itu kini dipenuhi dengan senjata.

AS dan beberapa sekutunya memang meningkatkan jumlah bantuan militer ke Ukraina untuk membantu negara itu seandainya invasi terjadi.

Putin kemudian membayangkan situasi yang muncul jika Ukraina bergabung dengan NATO dan ingin mengambil kembali Krimea.

"Itu wilayah Rusia," kata Putin. "Jadi, kamu harus memulai perang melawan aliansi NATO?"

"Apakah ada yang memikirkan ini?" tanya dia. "Saya pikir tidak."

"Dalam pengertian ini, Ukraina sendiri hanya sebuah alat untuk mencapai tujuan ini."

"Ini bisa terjadi dengan cara berbeda, dengan menarik kami ke dalam konflik bersenjata."

Putin mengatakan AS belum mempertimbangkan tiga permintaan penting Rusia, termasuk menghentikan ekspansi NATO, tidak menempatkan sistem rudal di perbatasan Rusia, dan menarik mundur pasukan NATO dan infrastrukturnya dari negara-negara Eropa Tengah dan Timur.

Baca: Joe Biden: Jika Rusia Menyerbu Ukraina, Itu Akan Jadi Invasi Terbesar sejak Perang Dunia II

Baca: Krisis Ukraina, NATO Kirim Kapal dan Jet Tempur ke Eropa Timur

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved