Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Muhammad Arief adalah seniman angklung asal Banyuwangi.
Pada masa pendudukan Jepang, ia telah menciptakan tiga lagu, salah satu lagu yang paling terpopuler adalah Genjer-Genjer.
Muhammad Arief menciptakan lagu untuk menyindir Jepang.
Hal ini karena pada masa pendudukan Jepang, masyarakat Banyuwangi mengalami penderitaan yang lebih parah dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.
Saat terjadinya peristiwa G30S, Muhammad Arief ditangkap oleh tentara dan ditahan di markas polisi militer pada bulan Oktober 1965.
Ia pun dipindahkan ke Kalibaru dan dipindahkan lagi ke Lowokwaru.
Disana Muhammad Arief ditahan sampai bulan Desember 1965. (1)
Baca: D.N. Aidit
Karier #
Pascakemerdekaan Indonesia, Muhammad Arief bergabung dalam organisasi Pesindo.
Muhammad Arief juga bergabung dengan Lekra dan menjabat sebagai ketua bidang kesenian pada tahun 1950-an.
Sejak menjadi anggota Lekra, ia mendirikan sebuah grup angklung yang diberi nama Seni Rakyat Indonesia Muda.
Grup Srimuda ini kerap tampil dengan lagu "Genjer-Genjer" saat tampil pada acara PKI di Jakarta, Surabaya, Semarang dan Banyuwangi setiap Njoto dan D.N Aidit berkunjung.
Selain Srimuda, Muhammad Arief juga mendirikan kelompok kesenian angklung di hampir setiap desa di Banyuwangi.
Muhammad Arief pun diangkat menjadi anggota DPRD Banyuwangi dari perwakilan seniman tahun 1955. (1)
Baca: Njoto
Asal-usul Lagu Genjer-Genjer #
Jepang membuat kebijakan pemerintah yang sangat kejam setelah berhasil merebut kekuasaan Belanda.
Hal tersebut membuat kesejahteraan masyarakat Indonesia makin tidak aman dan berada di garis kemiskinan.
Bahkan, masyarakat Banyuwangi yang dikenal dengan daerah kaya, juga ikut terkena dampak.
Sejak itu, masyarakat Banyuwangi untuk bertahan hidup terpaksa mengolah daun genjer yang ada di sekitar sungai sebagai bahan makan.
Dari situlah, Muhammad Arief menciptakan lagu "Genjer-Genjer" untuk merangkum peristiwa kesengsaraan yang dialami masyarakat Banyuwangi. (2)
Baca: Soekarni
Erat dengan PKI #
Lagu "Genjer-Genjer" dicekal saat tragedi Gerakan 30 September yang menyeret Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada 1960-1965, Indonesia mengalami pergolakan dalam sosial dan politik.
Saat Muhammad Arief bergabung dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), lagu "Genjer-Genjer" diusung menjadi salah satu bukti karyanya yang berkonsep pada "seni untuk rakyat" ke publik dan kalangan politik.
Sejak itu, lagu "Genjer-Genjer" digemari oleh masyarakat dan kalangan politik.
Bahkan, para petinggi PKI yang datang ke Banyuwangi tertarik kepada lagu tersebut.
Oleh karena itu, pada tahun 1964, D.N Aidit mengklaim bahwa lagu "Genjer-Genjer" sebagai lagu Mars PKI.
Hal itu karena setiap pembukaan pertemuan-pertemuan PKI diiringi dengan lagu "Genjer-Genjer".
Makna PKI dan ideologi komunis makin tidak dapat dipisahkan oleh lagu "Genjer-Genjer". (2)
Baca: Tan Malaka
Lirik Lagu Genjer-Genjer #
Lirik Genjer Genjer Versi asli
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Emake thulik teka-teka mbubuti genjer
Emake thulik teka-teka mbubuti genjer
Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tulih-tulih
Genjer-genjer saiki wis digawa mulih
Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar
Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar
Dijejer-jejer diuntingi padha didhasar
Dijejer-jejer diuntingi padha didhasar
Emake jebeng padha tuku nggawa welasah
Genjer-genjer saiki wis arep diolah
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Setengah mateng dientas ya dienggo iwak
Setengah mateng dientas ya dienggo iwak
Sego sak piring sambel jeruk ring pelanca
Genjer-genjer dipangan musuhe sega
Terjemahan Bahasa Indonesia
Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Ibu si bocah datang mencabuti genjer
Ibu si bocah datang mencabuti genjer
Dapat sebakul dia berpaling begitu saja tanpa melihat
Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang
Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ibu si gadis membeli genjer sambil membawa wadah-anyaman-bambu
Genjer-genjer sekarang akan dimasak
Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Nasi sepiring sambal jeruk di dipan
Genjer-genjer dimakan bersama nasi.
Lagu Genjer-Genjer diciptakan oleh salah satu seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arif dengan bahasa Osing (bahasa daerah Banyuwangi). (3)
Baca: Wikana
Alasan Genjer-Genjer Dularang #
- Bertumpu pada kedekatannya dengan PKI yang secara langsung menanamkan konsekuensi dalam lagu tersebut.
- Isu-isu yang beredar di kalangan umum, baik yang dibangun pemerintah maupun masyarakat luas dan Orde Baru terhadap lagu Genjer-Genjer sebagai lagu yang mengandung stigma komunis, semakin menguatkan jalan pemerintah dan masyarakat untuk menghilangkan lagu tersebut dari kancah hiburan nasional.
- Susunan lirik pada lagu "Genjer-Genjer" dianggap sebagai sebuah simbol atau bermakna ganda.
Dari situlah, pemerintah Orde Baru merasa perlu mencekal lagu "Genjer-Genjer" untuk menutup langkah PKI. (2)
Baca: Haji Misbach
Diskografi #
Solo
- Genjer-Genjer
- Lerkung
- Nandur Jagung
- Semeriwing Kembang Kopi. (1)
Baca: Ahmad Yani
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Info Pribadi |
|---|
| Riwayat Karier | Seniman Angklung Caruk khas Osing |
|---|
| Karya | Genjer-Genjer, Lerkung, Nandur Jagung, Semeriwing Kembang Kopi |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com
3. sumsel.tribunnews.com