Ahmad Yani

Ahmad Yani adalah komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan salah satu pahlawan revolusi nasional Indonesia yang deket dengan Presiden Sukarno.


zoom-inlihat foto
ahmad-yani.jpg
Istimewa/Tribun Batam
Ahmad Yani

Ahmad Yani adalah komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan salah satu pahlawan revolusi nasional Indonesia yang deket dengan Presiden Sukarno.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Ahmad Yani adalah komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan salah satu pahlawan revolusi nasional Indonesia yang dekat dengan Presiden Soekarno.

Ahmad Yani merupakan sosok target utama yang akan dibunuh oleh anggota G30S/PKI.

Jenderal Ahmad Yani dikenal sebagai seorang tentara yang bersebrangan dengan PKI (Partai Komunis Indonesia).

Saat ia menjadi menteri atau Panglima Angkatan Darat pada tahun 1962, dirinya menolak keinginan PKI untuk membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani. (1) (2)

Baca: Nasakom

Museum Sasmitaloka Ahmad Yani
Museum Sasmitaloka Ahmad Yani (TRIBUNNEWS.COM/Fransiskus Adhiyuda)

  • Kehidupan Pribadi


Ahmad Yani lahir di Jenar, Purworejo pada 19 Juni 1922.

Ia memiliki ayah yang bernama Sarjo bin Suharyo dan ibunya bernama Murtini.

Pada tahun 1927, Ahmad Yani dan keluarga merantau ke Bogor karena sang ayah ditugaskan berkerja untuk seorang jenderal Belanda.

Ahmad Yani menempuh sekolahnya di HIS atau SD di Bogor dan selesai pada 1935.

Kemudian ia melanjutkan sekolah ke MULO di Bogor dan lulus pada 1938.

Selanjutnya, ia masuk ke AMS ke Jakarta, namun ahmad Yani hanya bersekolah hingga kelas dua.

Disana, Ahmad Yani mengikuti program wajib militer yang dicanangkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Dia mengikuti pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang dan dilanjutkan di Bogor.

Saat itulah, ia mengawali karier dunia militer dengan pangkat sersan.

Setelah pendudukan Jepang pada 1942, Yani mengikuti pendidikan Heiho di Malang dan menjadi Tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. (1)

Baca: Kolonel Abdul Latief

Soekarno menangis ketika berziarah ke makam Jenderal Ahmad Yani.
Soekarno menangis ketika berziarah ke makam Jenderal Ahmad Yani. (Twitter)


Eddy Yani merupakan putra bungsu dari Ahmad Yani yang menyaksikan ayahnya dibawa oleh pasukan Tjakrabirawa ke rumah kediamannya di jalan Lembang No.58, Menteng, Jakarta Pusat.

Tempat kejadian tersebut kini menjadi museum.

Peristiwa itu terjadi pada 1 Oktober 1965, yang saat itu Jenderal Ahmad Yani di tembak oleh pasukan Tjakrabirawa.

Saat Eddy berusia 7 tahun, ia menyaksikan peristiwa itu secara langsung, yang dimana ayahnya di tembak tepat pukul 04.35 WIB.

Eddy juga sempat membangunkan ayahnya sebelum itu peristiwa itu terjadi.

Hal ini disebabkan sang ayah akan ada tamu dari Tjakrabirawa yang akan menjemput menuju istana Presiden.

Saat pasukan Tjakrabirawa datang, pintu rumah Ahmad Yani tertutup lalu dibukakan oleh Mbok Milah.

Pasukan Tjakrabirawa meminta kepada mbok Milah dan Eddy untuk membangunkan sang ayah untuk menghadap Presiden.

Kemudian Eddy membangunkan sang ayah dan menyuruhnya untuk segera ke Istana bertemu dengan Presiden.

Namun, sang ayah melontarkan kata-kata menggunakan bahasa Jawa "Ono opo toh isuk-isuk Tjakrabirawa".

Kemudian Ahmad Yani keluar kedepan dan ditunggu di lorong bersama mbok Milah disamping mesin jahit.

Lalu Ahmad Yani sempat berdialog dengan lima orang Tjakrabirawa yang hanya dikasih foto Ahmad Yani saja.

Pasukan Tjakrabirawa pun bilang jika Ahmad Yani dipanggil Presiden segera. Namun Ahmad Yani ingin menghadap Pak Presiden jam 08.00. Tapi pasukan Tjakrabirawa pun memaksa untuk menghadap segera.

Ahmad Yani akhirnya kesal karena sifat para prajurit, saat itu juga Ahmad Yani sempat memukulnya.

Saat itu, Ahmad Yani pergi untuk mandi dulu dan pintunya ditutup, namun setelah itu Ahmad Yani jalan beberapa langkah langsung dipukul dan ditembak dari belakang oleh pasukan Tjakrabirawa. (3) 

Baca: Kolonel Pnb Putu Sucahyadi


Berikut beberapa Prestasi Ahmad Yani selama berkarier di dunia militer:

- Ahmad Yani menjadi salah satu pasukan yang berhasil menyita senjata Jepang di Magelang.

- Pada saat Agresi Militer I, Achamd Yani diangkat sebagai Komando TKR Purworejo dan pasukannya berhasil menahan Belanda di daerah Pingit.

- Pada saat Agresi Militer II, Achamd Yani dipercaya sebagai Komandan Wehrkreise II meliputi daerah pertahanan Kedu.

Pada saat Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, Ahmad Yani bertugas di Tegal, Jawa Tengah dengan jabatan Letnan Jenderal.

Dirinya mendapatkan mandat untuk membentuk pasukan khusus yang diberi nama Benteng Raiders. Pasukan tersebut bertugas untuk menghentikan pasukan DI/TII. (1)

Baca: Tan Malaka

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Info Pribadi
Istri Yayu Rulia Sutowiryo
Riwayat Karir Tentara
Penghargaan Pahlawan Revolusi - KPLB Anumerta
Lahir 19 Juni 1922, Purworejo, Jawa Tengah
Meninggal 1 Oktober 1965 (umur 43), Jakarta


Sumber :


1. www.kompas.com
2. Buku 99 Tokoh Muslim Indonesia (2009) oleh Salman Iskandar
3. jakarta.tribunnews.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved