Wikana

Wikana merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia yang hilang setelah peristiwa G3OS/PKI


zoom-inlihat foto
wikana1.jpg
kepustakaan-presiden.pnri.go.id
Wikana (kepustakaan-presiden.pnri.go.id)

Wikana merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia yang hilang setelah peristiwa G3OS/PKI




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wikana merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia yang hilang setelah peristiwa G3OS/PKI.

Wikana lahir di Sumedang, 18 Oktober 1914.

Dirinya lahir pada saat Pemerintah Hindia Belanda sedang memperkuat pertahanan Kota Sumedang dari serangan Tentara Sekutu.

Tentara Sekutu itu memiliki keinginan untuk mengambil alih penjajahan di Indonesaia dari tangan Belanda.

Wikana berasal dari keluarga yang cukup berada, ayahnya yang bernama Raden Haji Soelaiman merupakan seorang pendatang dari Demak, Jawa Tengah, sementara ibunya adalah keturunan keluarga menak Sumedang yang bernama Nonoh. (1)

Wikana
Wikana (konstituante.net)

Baca: Musso

  • Pendidikan


Pendidikan SD nya ia tempuh di sekolah bergengsi, Europeesch Lagere School (ELS).

Di sekolah tersebut setiap siswa diharuskan untuk bisa memahami Bahasa Belanda.

Setelah lulus dari ELS, Wikana melanjutkan pendidikannya ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah ini sederajat dengan SMP.

Ketika masih sekolah, dirinya menyukai bahasa asing, sehingga ia pun belajar berbagai bahasa asing seperti Jerman, Perancis dan juga Inggris secara autodidak.

Kemudian, setelah dirinya lulus dari MULO ia ikut menjadi anak didik Soekarno di Bandung.

Di sana ia tidak sendirian melainkan bersama teman-temannya seperti Asmara Hadi, Soepeno, Sukarni, Goenadi, dan SK. Trimurti. (1)

Baca: Njoto

  • Keluarga


Wikana menikah dengan Asminah binti Oesman pada tahun 1940.

Pernikahan tersebut dilakukan di Kemayoran.

Dari pernikahan itu keduanya dikarunia enam anak yang diberi nama, Lenina Soewarti Wiasti Wikana Putri, Temo Zein Karmawan Soekana Pria, Tati Sawitri Apramata, Kania Kingkin Pratapa, Rani Sadakarana, dan Remondi Sitakodana. (1)

Baca: Letjen S. Parman

  • Kiprah Sebelum Kemerdekaan


Kiprah Wikana dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sangat penting.

Kala itu ia bersama dengan para pemuda menculik Soekarno dan Hatta dalam peristiwa Rengasdengklok.

Selain itu ia berkat jaringannya di Angkatan Laut Jepang (Kaigun) akhirnya perumusan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bisa dilakukan di rumah dinas Laksamana Maeda di Menteng.

Hingga kemudian ia pun mengatur semua keperluan yang menyangkut pembacaan teks Proklamasi.

Bahkan dirinya pula lah yang kasak-kusuk ke kalangan militer Jepang agar mereka tidak mengganggu jalannya upacara pembacaan teks proklamasi. (2)

Wikana (berdikarionline.com)
Wikana (berdikarionline.com) (berdikarionline.com)

Baca: Mayor Jenderal Achamadi

  • Karier


Setelah Indonesia merdeka, ia bergabung dalam Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pada tanggal 27 Agustus 1945.

Kemudian, pada 1 September 1945 ia ditunjuk menjadi ketua dalam organisasi Angkatan Pemuda Indonesia (API) yang dibentuk para pemuda.

Akan tetapi pada Kongres Pemuda Indonesia yang dilaksanakan pada 10-11 November 1945 di Yogyakarta, beberapa organisasi kepemudaan dilebur menjadi Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo).

Di Pesindo ini, Wikana diangkat sebagai wakil ketua.

Tidak hanya di organisasi saja, Wikana juga masuk dalam tubuh kepemerintahan.

Ia menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pemuda pada Kabinet Syahrir II dan III, kemudian menjadi Menteri Pemuda di Kabinet Amir Sjarifuddin. (1)

Baca: Henk Sneevliet

  • Partai Komunis Indonesia


Wikana ini merupakan salah satu orang yang penting di Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada 1953 dirinya menjadi anggota Comite Central Partai Komunis Indonesia (CC-PKI).

Ketika meletusnya tragedi G30S/PKI, Wikana bersama dengan beberapa tokoh PKI lainnya sedang berada di Beijing untuk menghadiri Hari Nasional China.

Wikana bersama kawan-kawannya yang di Beijing mendengar tragedi itu dan memutuskan untuk tetap di sana hingga 10 Oktober 1965.

Setelah itu Wikana pun pulang ke Indonesia dan langsung dibawa ke oleh tentara Indonesia untuk diperiksa kemudian dipenjara di KODAM Jaya.

Namun keesokan harinya ia diizinkan untuk pulang.

Pada bulan Juni 1966, segerombolan orang tak dikenal datang ke rumahnya di Jalan Dempo No. 7A, Matraman, Jakarta Timur.

Orang-orang tersebut menjemputnya entah untuk dibawa ke mana dan akhirnya Wikana menghilang dan tak pernah kembali. (1)

Para tokoh PKI sedang memegang bendera Partai Komunis Indonesia
Para tokoh PKI sedang memegang bendera Partai Komunis Indonesia (wikipedia)

Baca: Tan Malaka

  • Jabatan


1. Menteri Negara dalam kabinet Sjahrir III masa kerja 2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947

2. Menteri Negara dalam kabinet Sjahrir II masa kerja 12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946

3. Menteri Negara dalam kabinet Amir Sjarifuddin I masa kerja 3 Juli 1947 - 11 November 1947

4. Menteri Negara (Urusan Pemuda) dalam kabinet Amir Sjarifuddin II masa kerja 11 November 1947 - 29 Januari 1948 (2)

Baca: Tan Malaka

  • Karya


- Organisatie, Pengoempoelan Boeah Pena (1947)

- Dokumentasi Pemuda Sekitar Proklamasi Indonesia Merdeka (1948)

- Satu Dua Pandangan Marxisme (1949) (1)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 


Nama Wikana
Lahir Sumedang, 18 Oktober 1914
Pendidikan Europeesch Lagere School (ELS)
Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO)
Pasangan Asminah binti Oesman


Sumber :


1. kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id
2. www.kepogaul.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved