Tan Malaka

Tan Malaka adalah pendiri Partai Murba dan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.


zoom-inlihat foto
tan-malaka-5.jpg
istimewa
Tan Malaka

Tan Malaka adalah pendiri Partai Murba dan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Tan Malaka adalah pendiri Partai Murba dan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Ia lahir Juni 1897 di Kabupaten Suliki, Sumatera Barat.

Tan Malaka waktu kecil diberi nama Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka.

Masa kecil Tan Malaka sangat erat dengan agama, bahkan ia juga termasuk seorang bangsawan yang tinggal di Surau dan Mengha. (1) 

Baca: G30S 1965 - Penculikan Brigjen DI Pandjaitan

Darsono bersama dengan Tan Malaka
Darsono bersama dengan Tan Malaka (koransulindo)

  • Kehidupan Pribadi


Sejak remaja, Tan Malaka sudah memiliki benih-benih pejuang karena ia kerap mengkritik perlakuan sewenang-wenang Belanda.

Tan Malaka berpendidikan di Bukit Tinggi, tetapi ia pindah ke Belanda karena dinasihati gurunya untuk bersekolah di sana selama enam tahun.

Di Belanda, Tan Malaka larut dalam gerakan kaum kiri.

Ia tertarik dengan Revolusi Oktober di Rusia dan suka membaca buku Marxis.

Tahun 1919, Tan Malaka kembali ke Indonesia, dari Sumatera kemudian ke Jawa.

Saat di Jawa, ia diminta Semaun untuk membuka sekolah di Semarang. (2) (3)

Baca: G30S 1965 - Omar Dhani

  • Karier


Tahun 1921, Tan diangkat menjadi ketua Partai Komunis Indonesia (PKI).

Akibat aktivitas politiknya itu, setahun kemudian Pemerintah Hindia Belanda mengusirnya dari Indonesia.

Kemudian, Tan Malaka memutuskan kembali ke Belanda dan bergabung dengan Partai Komunis di sana.

Saat itu, Tan Malaka hampir terpilih sebagai wakil partai di parlemen Belanda.

Pada tahun 1923, Tan Malaka menghadiri Kongres IV Komintern, Aosiasi Komunis Internasional di Moskow.

Saat itu, ia mengkritik sikap Komintern yang anti Pan-Islamisme.

Ia menuntut agar kaum komunis mau bekerja sama dengan kelompok-kelompok muslim.

Kamudian Tan Malaka diangkat oleh Komintern sebagai wakil Komintern untuk wilayah Asia Tenggara dan bermakas di Kanton, Cina.

Pada tahun 1925, ia di pindahkan ke Manila sehingga hubungannya dengan kawan-kawan PKI di Indonesia semakin renggang.

Selain itu, Tan Malaka juga sering bersilang pendapat dengan para pemimpin PKI.

Tan Malaka menentang rencana PKI untuk segera menggerakkan revolusi. Ia menyebutkan rencananya terlalu dini.

Namun, setelah pemberontakan pada tahun 1926-1927 gagal, Tan Malaka disalahkan oleh PKI. Saat itu juga ia meninggalkan PKI.

Tahun berikutnya, Tan Malaka mengalami masa sulit hingga bekerja sebagai guru di beberapa tempat seperti Cina dan Hongkong.

Tan Malaka pun juga pergi ke Singapura untuk melarikan diri dari tentara Jepang pada tahun 1937.

Setelah Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, ia menyelundup masuk ke Medan.

Tidak sampai situ, Tan Malaka kemudian pergi ke Jakarta pada pertengahan tahun 1942.

Setahun kemudian, ia menyingkir lagi ke Banten Selatan dan menetap agak lama.

Saat itu mendapatkan pekerjaan dan ia belajar sistem Romusha, kerja paksa ala Jepang.

Pertengahan tahun 1945, Tan kembali ke Jakarta. Sebagai tokoh lama, Tan merasa sebagai orang asing di antara elite baru Indonesia merdeka.

Namun, lewat Subardjo ia berkenalan dekat dengan orang-orang muda radikal seperti Sukarno, Adam Malik, dan Chaerul Saleh.

Sebuah peristiwa misterius terjadi pada akhir bulan September atau permulaan Oktober 1945 di Jakarta, hal ini tertuang dalam catatan Tan Malaka berjudul dari Penjara ke Penjara.

Pada saat itu, Sukarno lewat pembicaraan empat mata dengan Tan Malaka mengatakan bahwa jika sesuatu terjadi dengan diri Sukarno, Tan Malaka harsu mengambil alih pimpinan revolusi.

Tan Malaka meninggal karena ditembak oleh tentara bangsa sendiri di Kediri Jawa Timur pada tahun 1949.(1)

Baca: Kolonel Abdul Latief

  • Karya Tulis


Tan Malaka dikenal sebagai tokoh pejuang yang gemar menulis, berikut karya-karya Tan Malaka.

- Parlemen atau Soviet (1920)

- SI Semarang dan Onderwijs (1921)

- Dasar Pendidikan (1921)

- Tunduk pada Kekuasaan tapi Tidak Tunduk pada Kebenaran (1922)

- Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) (1924)

- Semangat Muda (1925)

- Massa Actie (1926)

- Local Actie dan National Actie (1926)

- Pari dan Nasionalisten (1927)

- Pari dan PKI (1927)

- Pari International (1927)

- Manifesto Bangkok (1927)

- Aslia Bergabung (1943). (4) 

Baca: Kolonel Pnb Putu Sucahyadi

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 



Nama Tan Malaka
Pendidikan 2 Juni 1897, Nagari Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Sumatra Barat, Hindia Belanda
Meninggal 21 Februari 1949, Kediri, Jawa Timur
Karier Guru dan Pendiri Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba)
   


Sumber :


1. manado.tribunnews.com
2. makassar.tribunnews.com
3. Franz Magnis Suseno, Enam Pemikiran Marxisme dari Lenin Sampai Tan Malaka
4. id.wikipedia.org








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved