Njoto

Njoto merupakan wakil ketua Partai Komunis Indonesia (PKI)


zoom-inlihat foto
Njoto-1.jpg
wikipedia
Wakil Ketua PKI, Njoto

Njoto merupakan wakil ketua Partai Komunis Indonesia (PKI)




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Njoto merupakan wakil ketua Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ia lahir di Jember, Jawa Timur 17 Januari 1925.

Sejak kecil Njoto dikenal sebagai anak yang cerdas.

Ketika masih sekolah, tulisan-tulisan milik Njoto selalu dijadikan contoh oleh guru.

Kemudian, diusia 17 tahun ia telah masuk menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Hingga kemudian ia tumbuh menjadi politisi yang ulung.

Berbagai jabatan di pemerintahan mulai DPRD, Menteri dan lembaga kebudayaan pun telah ia rasakan.

Bahkan pada 1951 ia juga menjadi Pemimpin Redaksi Harian Rakyat. (1)

Njoto bersama Ketua PKI, Aidit
Njoto bersama Ketua PKI, Aidit (Alchetron)

Baca: D N Aidit

  • Keluarga


Njoto menikah dengan putri bangsawan Keraton Mangkunegaran Solo.

Dari pernikahan itu Njoto dan Sutarni dikarunia tujuh orang anak.

Ketika menikah dengan Sutarni, wali nikah dari Njoto ialah Ibu Tien istri dari Jenderal Soeharto.

Kala itu hubungan keduanya masih sangat harmonis.

Hingga akhirnya hubungan itu retak setelah peristiwa G30S PKI 1965 meletus. (2)

Njoto bersama anak dan istrinya.
Njoto bersama anak dan istrinya. (Alchetron)

Baca: Musso

  • Partai Komunis Indonesia (PKI)


Njoto bergabung ke PKI pada 1951 dengan menjadi wakil ketua.

Ia menjadi pemimpin PKI termuda dalam sejarah partai.

Jabatannya itu satu tingkat di bawah Aidit yang menjadi ketua partai.

Dalam hal peran ia berperan di bidang agitasi dan propaganda yang membawahi koran Harian Rakyat dan seniman Lekra.

Kala itu banyak orang yang segan dan menghormati Njoto.

Bahkan Presiden Republik Indonesia, Soekarno pun mengangkat dirinya sebagai menteri.

Selain itu ketika Soekarno mendirikan Nasakom, Njoto pun direkrut untuk masuk ke dalamnya.

Hingga kemudian kariernya mulai runtuh ketika dirinya ketahuan berselingkuh dengan gadis Uni Soviet yang bernama Rita.

Gunjingan demi gunjingan pun menghampirinya, hingga kemudian ia berencana untuk menceraikan istrinya, Sutarni.

Rencananya itu sontak membuat ketua PKI, Aidit marah dan meminta Njoto agar membereskan urusannya dengan Rita di Uni Soviet.

Atas perlakuannya itu, Njoto pun diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai wakil ketua PKI. (2)

Baca: Mayjen R Suprapto

  • Riwayat Jabatan


1. Indonesia Muda Gerakan di bawah tanah antifasisme Perebutan Senjata dari Jepang di Jawa Timur (1939-1942)

2. Anggota DPRD Karesidenan Jember

3. Anggota DPRD Karesidenan Besuki (1946)

4. Anggota KNIP (1946)

5. Anggota BPKNIP (1946-1948)

6. Pemimpin Redaksi Harian Rakyat (1951)

7. Anggota Sekretaris Pusat Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lebu) (1951)

8. Wakil Ketua CC PKI (1951)

9. Anggota Konstituante Republik Indonesia (9 November 1956-5 Juli 1959) (3)

Baca: Mayor Jenderal Achamadi


Pada 11 Maret 1966 setelah pulang dari sidang kabinet Njoto diculik oleh sekelompok orang yang kemudian mengeksekusinya di salah satu Kepulauan Seribu Jakarta.

Kemudian harta bendanya pun dijarah oleh massa.

Selain itu, istrinya, Sutarni Njoto serta anak-anaknya dijebloskan ke dalam penjara.

Kala itu penjara lebih baik dari pada mereka tinggal di rumahnya, karena saat itu keluarga Njoto telah mendapatkan tinta hitam yang mana anggota keluarganya tak lepas dari cemoohan orang-orang.

Terlebih lagi keluarga istrinya yang berasal dari Keraton Mangkunegaran Solo pun sudah lepas tangan dengan keluarga tersebut. (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Njoto
Tempat dan Tanggal Lahir Jember, Jawa Timur 17 Januari 1925
Riwayat Karir Wakil Ketua PKI, Menteri, Pimpinan Koran Harian Rakyat dan DPRD
Berita Terkini
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved