Pastikan Kejadian Muhammad Kece Tak Terulang, Polri Perketat Keamanan Rutan di Seluruh Indonesia

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan pihaknya akan memperketat pengamanan di rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia


zoom-inlihat foto
Terdakwa-kasus-suap-penghapusan-red-notice-Djoko-Tjandra-Irjen-Pol-Napoleon-Bonaparte-1098.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/2/2021). Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Polri mengambil tindakan tegas agar kejadian penganiayaan yang dialami Muhammad Kece tak terjadi lagi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan pihaknya akan memperketat pengamanan di rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia.

"Kita melakukan pengamanan semua melihat kasus ini terjadi dan tidak akan terulang kembali.

Tentunya pengamanan diperketat dan juga diambil langkah-langkah yang tidak akan terjadi hal-hal serupa seperti ini," kata Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Pengetatan pengamanan rutan tak hanya dialakukan di Rutan Bareskrim Polri, dimana Muhammad Kece dianiaya oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

Baca: Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte Jalani Pemeriksaan Selama 10 Jam

Baca: Peran 3 Napi yang Bantu Aksi Irjen Napoleon di Rutan Bareskrim: Hanya untuk Menakuti Muhammad Kece

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, sejak ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri pada 4 Desember 2020 lalu, Ust Maaher sudah mengalami sakit.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, sejak ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri pada 4 Desember 2020 lalu, Ust Maaher sudah mengalami sakit. (Kompas TV)

Ia mengatakan, pemngamanan akan dilakukan di seluruh Rutan Polda hingga Polsek di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya di Rutan Bareskrim Polri tetapi seluruh Rutan yang ada di kepolisian.

Ada di Polda, di Polres, Polsek, belajar dari kasus ini semua supaya tidak terulang kembali," jelasnya.

Pihaknya ingin menyelesaikan permasalahan ini secara komprehensif.

Rusdi menegaskan, penganiayaan sesama penghuni rutan tidak boleh terjadi lagi.

"Polri ingin menyelesaikan secara komprehensif permasalahan-permasalahan penganiayaan antar sesama penghuni rutan itu tidak boleh terjadi lagi,” tuturnya.

Baca: Cegah Kasus Penganiayaan Terulang, LPSK Minta Sel Muhammad Kece Dipisahkan dari Napi Lainnya

Baca: Polisi Sebut Irjen Napoleon Dibantu eks Petinggi FPI saat Aniaya Muhammad Kece, Berinisial M

Ilustrasi Gedung Bareskrim Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).
Ilustrasi Gedung Bareskrim Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Seluruh tahanan, kata Rusdi, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keamanan saat berada di rutan.

Termasuk pula menjamin kesehatan seluruh tahanan.

"Ketika seseorang telah jadi tahanan Polri, hak-hak daripada tahanan ini harus dijaga, layanan kesehatan, hak dapat keamanan itu pun perlu dijaga," jelasnya.

Pihaknya akan lebih berhati-hati agar kasus serupa tak terulang.

Terlebih kasus ini telah menjadi perhatian masyarakat.

Baca: Kronologi Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri, Dibantu 3 Napi saat Beraksi

Baca: Deretan Fakta Terkini Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece oleh Napoleon Bonaparte

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020).
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020). (Tribunnews / Igman Ibrahim)

"Dengan kasus ini, Polri akan lebih berhati-hati lagi dalam bagaimana menangani pihak yang sedang mendapatkan pemeriksaan di Kepolisian.

Dalam hal ini sebagai tahanan agar hal-hal yang sekarang sempat terjadi. Kasus yang dapat banyak perhatian dari masyarakat," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Irjen Napoleon yang merupakan terdakwa kasus gratifikasi red notice Djoko Tjandra ditahan di rutan Bareskrim Polri.

Tempat yang sama dimana tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kece ditahan.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved