Kronologi Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri, Dibantu 3 Napi saat Beraksi

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menjelaskan kronologis kejadian penganiayaan yang menimpa Muhammad Kece.


zoom-inlihat foto
Terdakwa-kasus-suap-penghapusan-red-notice-Djoko-Tjandra-Irjen-Pol-Napoleon-Bonaparte-1098.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/2/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tersangka kasus penodaan agama, Muhammad Kece, diduga mendapat perlakuan tak mengenakkan dari terpidana kasus suap red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoelon Bonaparte, di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Muhammad Kece diduga telah dipukul hingga dilumuri kotoran manusia oleh sesama tahanan di Rutan Bareskrim yakni Napoleon.

Hal tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Bareskrim Polri.

Dikutip TribunnewsWiki dari Tribunnews, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi telah menjelaskan kronologis kejadian tersebut.

Andi menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut berlangsung pada 26 Agustus 2021 lalu pada malam hari sekira pukul 00.30 WIB.

Andi menyebut bahwa Irjen Napoleon Bonaparte tidak sendirian dalam melancarkan aksi penganiayaan terhadap Muhammad Kece

Penampakan Muhammad Kece sesaat setelah dihajar Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri.
Penampakan Muhammad Kece sesaat setelah dihajar Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri. (Istimewa via Tribunnews.com)

Baca: Muhammad Kace

Baca: Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si.

Napoleon diduga masuk ke dalam kamar tahanan Muhammad Kece dibantu oleh 3 narapidana (Napi) lainnya.

"Secara umum diawali masuknya NB bersama 3 Napi lainnya ke dalam kamar korban MK pada sekitar pukul 00.30 WIB," kata Andi saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (20/9/2021).

Andi menyampaikan, Napoleon memerintahkan satu napi lainnya untuk mengambil sebuah plastik yang berisikan kotoran manusia.

Kotoran manusia tersebut, kata Andi, kemudian dilumuri ke wajah dan tubuh Muhammad Kece.

Seusai melakukan hal itu, Napoleon kemudian menghajar Muhammad Kece.

"Satu orang saksi napi lainnya kemudian disuruh mengambil palstik putioh ke kamar NB yang nkemudian diketahui berisi tinja," ujar Andi.

"Oleh NB kemudian korban dilumuri dengan tinja pada wajah dan bagian badannya. Setelah itu berlanjut pemukulan atau penganiayaan terhadap korban MK oleh NB," terangnya.

Andi berujar bahwa Napoleon dan 3 napi lainnya juga tertangkap kamera CCTV saat keluar dari kamar tahanan Muhammad Kece.

"Dari bukti CCTV tercatat pukul 01.30 NB dan 3 napi lainnya meninggalkan kamar sel korban," ujar Brigjen Andi.

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020).
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020). (Tribunnews / Igman Ibrahim)

Baca: Selidiki Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Bareskrim Polri Periksa Petugas Rutan dan Tahanan

Baca: Tak Hanya Memukul, Irjen Napoleon Bonaparte Juga Lumuri Kotoran Manusia ke Muka Muhammad Kece

Penampakan Muhammad Kece babak belur

Setelah kabar Muhammad Kece dianiaya mencuat, kini beredar foto wajah Muhammad Kece babak belur seusai dianiaya Napoleon.

Dalam foto itu, tampak jelas wajah Muhammad Kece yang lebam setelah dihajar Napoleon.

Muhammad Kece yang mengenakan kaus berwarna hijau dan rambutnya yang ubanan terlihat mata sebelah kirinya agak tertutup karena kondisinya membengkak.

Dikutip TribunnewsWiki dari Tribunnews, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi membenarkan foto tersebut.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved