Tak Dapat Pesangon, Pegawai KPK yang Dipecat hanya Terima Tunjangan Hari Tua & BPJS Ketenagakerjaan

Sebanyak 56 pegawai KPK yang dipecat karena tak lolos ujian TWK tak dapat pesangon.


zoom-inlihat foto
loho-kpk.jpg
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasaan Korupsi atau KPK


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memecat 56 pegawainya yang dinyatakan tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Pemberhentian tersebut lebih cepat satu bulan dibandingkan yang termuat dalam SK Nomor 652 Tahun 2021.

Dalam SK tersebut disebutkan puluhan pegawai KPK bakal diberhentikan pada 1 November 2021.

Sejumlah nama penyelidik dan penyidik pun terdaftar dalam pegawai yang akan dipecat.

Penyidik senior Novel Baswedan termasuk dalam puluhan pegawai KPK itu.

Kini, ia hanya tinggal menghitung hari untuk angkat kaki dari markas lembaga antirasuah.

Mengenai pemecatan tersebut, 56 pegawai KPK itu ternyata hanya akan mendapat tunjangan hari tua (THT) serta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang selama ini memang mereka bayarkan dalam bentuk tabungan pegawai. Tak ada tunjangan lain, apalagi pesangon.

”Pemecatan tanpa ada pesangon dan tunjangan. Yang ada hanya penyerahan uang tabungan pegawai sendiri dalam bentuk THT dan iuran BPJS Ketenagakerjaan,” kata Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi nonaktif KPK, Giri Suprapdiono kepada Tribunnews.com, Sabtu (18/9).

Dalam diktum poin kedua SK Pimpinan KPK tentang Pemberhentian dengan Hormat Pegawai KPK, disebutkan bahwa pegawai yang dipecat akan diberikan tunjangan hari tua dan anfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Giri meminta publik agar jangan sampai salah menafsirkan isi SK.

"Jangan salah memahami SK bahwa itu adalah karena diberikan oleh mereka (KPK)," ujar dia, mengutip Tribunnews.com.

Giri Suprapdiono.
Giri Suprapdiono. (Tribunnews)

Giri yang masuk daftar 56 pegawai yang akan dipecat itu lantas membandingkan nasib 56 pegawai KPK dengan buruh pabrik.

Ia pun mnyebubut pemberantasan korupsi dianggap layaknya sampah karena tak mendapat pesangon dan tunjangan.

"Buruh pabrik saja dapat pesangon, pemberantas korupsi dicampakkan seperti sampah," kata Giri.

Sementara itu, Giri mengaku telah menerima SK pemecatan dirinya.

Giri pun sempat membubuhi keterangan tambahan dalam tanda terima SK tersebut, yakni tentang keputusan Firli Bahusi Cs yang memecat dirinya serta puluhan pegawai KPK imbas TWK dalam rangka alih status menjadi ASN.

"Tanda terima ini bukan sebagai bentuk penerimaan saya untuk dipecat, tetapi sebagai alat perlawanan saya melawan kedzaliman," tulis Giri.

Baca: Pemecatan Pegawai KPK Dinilai Terlalu Cepat, Giri Supiyono Sebut Istilah ‘G30STWK’

Lebih lanjut, Faisal yang juga masuk daftar 56 pegawai yang bakal dipecat itu menyebut pimpinan KPK di bawah komando Firli Bahuri telah secara kejam menggusur dia dan kawan-kawannya yang telah mengabdi belasan tahun di komisi antirasuah.

"Pimpinan KPK secara kejam telah menggusur kami, 56 pegawai KPK. Mereka telah buta-hati mendepak anak kandungnya sendiri," ujar Faisal.

"Atau, sejak awal barangkali kami memang dianggap anak haram. Sebuah perangai yang bengis dan semena-mena. Bahkan, sampai titik tertentu sudah biadab," kata Faisal lewat keterangan tertulis, Sabtu (18/9).











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
  • Update Kasus Rachel Vennya, Polda

    Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad)
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved