Tak Tega jika PPKM Darurat Diperpanjang, Ganjar Pranowo: Harus Ada Cara yang 'Soft'

Ganjar pun menyebut bahwa pemerintah perlu mendengar suara masyarakat kecil terlebih dahulu.


zoom-inlihat foto
Ganjar-Pranowo-saat-menyambangi-kantor-Tribun-Network-Jakarta-Pusat.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyambangi kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku tidak tega jika PPKM Darurat diperpanjang.

Ia menilai keputusan terkait persoalan ini haruslah melibatkan rakyat yang langsung terkena imbasnya.

Ganjar pun menyebut bahwa pemerintah perlu mendengar suara masyarakat kecil terlebih dahulu.

"Kalau situasinya seperti ini, kita harus mendengarkan suara masyarakat. Masyarakat terlalu berat."

"Kalau PPKM-nya diperpanjang, tapi polanya seperti ini, masyarakat berat," kata Ganjar melalui postingan video di Instagram-nya, @ganjar_pranowo, dikutip Tribunnewswiki, Selasa (20/7/2021).

Baca: Hari Ini Terakhir PPKM Darurat Jawa-Bali, Akankan Diperpanjang?

Baca: Ganjar Tanggapi Wacana Perpanjangan PPKM Darurat: Jika Polanya seperti Ini, Masyarakat Berat

Ganjar Pranowo dalam rapat terbatas Musrenbangnas 2020, Kamis (30/04/2020)
Ganjar Pranowo dalam rapat terbatas Musrenbangnas 2020, Kamis (30/04/2020) (Bidik layar YouTube Ganjar Pranowo)

Gubernur Jawa Tengah itu mengaku tak tega dengan masyarakat yang terkena imbas dari PPKM Darurat.

Beberapa keluhan warga yang ia dengar adalah mereka tidak bisa makan di tempat.

Padahal di satu sisi, warga tersebut setiap harinya bekerja dan beraktivitas di jalanan

“Saya tiap hari keliling sepedaan. Tapi yo ora tegel mas (tidak tega). Bagaimana orang jualan pecel terus kemudian yang duduk di situ hanya sekian orang.”

"Mohon maaf, yang mungkin dia (pembeli) kerja harus pagi, abang becak di situ, teman-teman ojol di situ, mereka mau beli (makan) enggak bisa."

Baca: Ganjar Pranowo

Baca: PPKM Darurat

 

 

“’Saya mau beli, mau makan di mana, Pak? orang saya ini orang keliling,' gitu. Saya pikir-pikir benar juga," kata Ganjar.

Ganjar pun menyebut harus ada kebijakan atau langkah-langkah lain yang tidak membuat rakyat sulit.

Meskipun tujuan PPKM Darurat untuk memperkecil risiko penyebaran Covid-19, perlu adanya pola aturan yang lebih halus.

“Maka harus ada cara-cara yang lebih soft (halus). Meskipun itu bentuknya darurat dan diperketat tapi harus soft,” ujarnya.

Baca: Polisi Selidiki Praktik Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 di DKI, Tarif Jasa Capai Puluhan Juta

Baca: Pemerintah Memperpanjang Diskon Listrik hingga Akhir Tahun, Berikut Rinciannya

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyambangi kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyambangi kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Salah satu contoh yang ia usulkan adalah memperbolehkan pengunjung makan di tempat.

Namun, syaratnya adalag tetap menjaga jarak dan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Saya punya pikiran kalau mereka itu jualannya, katakan ya di trotoar, yowes (ya sudah) makannya di trotoar."

"Dibatasi (jarak) 2 meter, dibuat tempat silang-silang. Itu kompromi yang bagus, menurut saya," kata Ganjar.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved