Polisi Selidiki Praktik Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 di DKI, Tarif Jasa Capai Puluhan Juta

Tarif jasa kremasi jenazah Covid-19 di DKI Jakarta naik drastis, Polisi bakal menyelidiki dugaan praktik kartel kremasi.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kremasi-jenazah.jpg
Istimewa
Ilustrasi kremasi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jasa kremasi jenazah Covid-19 di DKI Jakarta tengah menjadi sorotan.

Pasalnya, jasa kremasi tersebut memasang tarif mencapai Rp 80 juta rupiah.

Polres Jakarta Barat menyatakan akan menyelidiki dugaan praktik kartel kremasi jenazah korban Covid-19 di Jakarta.

"Pasti akan kami selidiki. Segala yang meresahkan di masyarakat pasti kami selidiki," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Joko Dwi Harsono, Senin.

Joko mengimbau warga yang menjadi korban praktik kartel kremasi melaporkan kasus yang mereka alami ke pihak kepolisian agar polisi dapat mendapatkan informasi yang lengkap terkait kasus itu.

Sejauh ini, belum ada laporan resmi terkait kasus itu yang diterima Mapolres Jakarta Barat.

"Kami memerlukan informasi yang sekecil-kecilnya dan selengkapnya. Kami berharap korban mau hadir memberi informasi," ujar Joko.

Ilustrasi jenazah di rumah sakit
Ilustrasi jenazah di rumah sakit (Pixabay)

Viral di media sosial

Informasi terkait kasus kartel kremasi viral melalui pesan berantai WhatsApp.

Melalui pesan yang diberi judul 'Diperas Kartel Kremasi', korban bernama Martin, warga Jakarta Barat, mengatakan bahwa ibunya meninggal dunia pada 12 Juli 2021.

Dinas Pemakaman membantu mencarikan krematorium untuk ibunda Martin.

Salah satu petugas dinas itu disebut memberi tawaran paket kremasi senilai Rp 48,8 juta.

Martin mengaku terkejut dengan biaya yang disebutkan petugas.

Baca: Pengakuan Tim Pemakaman di Klaten yang Kuburkan Peti Kosong: Tak Curiga, Peti Jenazah Berat

Baca: Kota Madiun

Pasalnya, enam minggu sebelumnya, kakak Martin meninggal dunia dan dikremasi dengan biaya tak sampai Rp 10 juta.

Dua minggu setelahnya, besan dari kakak Martin dan anak perempuannya juga meninggal dunia akibat Covid-19.

Saat itu biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 24 juta per orang.

Martin menyatakan, ada kenalannya yang turut diberikan penawaran serupa dengan tarif Rp 45 juta.

Dia akhirnya mendapatkan lokasi kremasi di Cirebon. Tarifnya hanya Rp 2,5 juta dan beberapa ratus ribu rupiah untuk biaya tambahan.

"Betapa nyamannya kartel ini 'merampok' keluarga yang berduka, karena biaya peti dan biaya mobil jenazah (satu mobil dua jenazah) harusnya tidak sampai Rp 10 juta," kata Martin dalam pesan tersebut.

ilustrasi kremasi jenazah
Ilustrasi kremasi.

Beberapa hari setelahnya, kenalan Martin lainnya dipatok tarif sebesar Rp 80 juta untuk kremasi.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved