TRIBUNNEWSWIKI.COM – Baru-baru ini muncul poster Jusuf Kalla bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam salah satu poster yang beredar tertulis ‘Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden periode 2024-2029’.
Selain itu ada pula tulisan ‘Deklarasi Dukungan, Demokrat S14P!’.
Jusuf Kalla yang ditemui di Lombok pada Selasa (23/3/2021) enggan menanggapi munculnya poster tersebut.
Saat ditanya terkait hal itu, JK terlihat hanya memberi jawaban singkat.
Baca: Buka Puasa Mewah Naik Jet Pribadi Seharga Rp 260 Juta, Pengunjung Diantar Pakai Rolls Royce, Mau?
Baca: Kronologi Kericuhan Kongres HMI di Surabaya, Dipicu Permintaan Kader yang Tak Disetujui
"Apa?" tanya Jusuf Kalla.
Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya saja.
Mantan Wapres ini tak menjawab apa-apa.
Sebelumnya, poster pasangan JK-AHY ini diunggah oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief di akun Twiternya, Jumat (19/3/2021).
Dalam unggahannya tampak JK dan AHY disandingkan dalam sebuah pister berlatar biru khas Partai Demokrat.
Baca: Andi Arief
Baca: Temui Jusuf Kalla, AHY Diminta Bersabar Soal Dualisme Kepemimpinan di Partai Demokrat
Di latar belakang terlihat foto Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang memberi hormat.
Andi Arief sendiri telah memberi klarifikasi poster tersebut adalah hoaks.
"Masih jauh pilpres, terpikirpun belum. Hoax ini," tulisnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra turut memberikan keterangan yang sama.
Ia menyebut bahwa poster yang beredar hanya berita bohong dan tidak terbukti kebenarannya.
Baca: AHY Dilaporkan ke Polisi, Diduga Palsukan Akta Otentik AD/ART dan Tulis SBY Pendiri Partai Demokrat
Baca: 15 Orang Digerebek di Indekos Ciledug, 7 Orang Ternyata PSK dengan Tarif Rp 300 Ribu Sekali Main
"Jadi, silakan yang lain menebar kabar bohong. Membuat poster aneh-aneh.
Kami tetap fokus pada kerja-kerja nyata membantu rakyat," kata Herzaky.
Munculnya poster JK dengan AHY ini setelah adanya poster hoaks antara Puan Maharani dan Moeldoko.
Kedua poster tersebut dikonfirmasi adalah poster hoaks atau informasi palsu.
Sebelumnya AHY menyambangi kediaman mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/3/2021).
Dalam pertemuan tersebut, AHY dan Jusuf Kalla membicarakan banyak hal.
Terutama tentang isu politik terkini hingga dualisme di tubuh Partai Demokrat.
Baca: SADIS! Pencurian Rumah Mewah di Kedoya, Maling Tega Bongkar Material di Dalamnya
Baca: Pendaftaran CPNS Dibuka April 2021, Pelamar Tak Perlu Unggah Ijazah hingga Surat Tanda Registrasi
"Kedatangan kami ke sini juga untuk memohon saran dan masukan terkait perkembangan dinamika ekonomi dan sosial-politik nasional saat ini," kata AHY dalam keterangan tertulis, Minggu malam.
AHY menuturkan, Partai Demokrat mempunyai hubungan sejarah yang erat dengan Kalla.
Pasalnya Kalla pernah mendampingi Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang waktu itu merupakan Presiden RI keenam.
Kalla pun menyinggung polemik dualisme yang terjadi di Partai Demokrat antara kepemimpinan AHY dengan kubu yang kontra dan telah menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum.
Baca: Modal Asal Pencet Nomor Brankas, Satpam Bawa Lari Rp 50 Juta, Habiskan Uang untuk Judi
Baca: Heboh Penemuan Bangkai yang Diduga Gajah Mina di Perairan Natuna Riau
Kalla meminta AHY dan seluruh kader Demokrat bersabar menghadapi permasalahan dualisme tersebut.
Kalla yang pernah menjadi Ketua Umum Golkar pun menceritakan partai berlambang beringin yang dipimpinnya dulu juga pernah mengalami dualisme.
Kalla pun mengapresiasi regenerasi politik yang telah dilakukan Partai Demokrat.
Menurut Kalla, Demokrat telah meregenerasi kader-kadernya yang kini menjabat sebagai pengurus partai dengan baik.
"Partai Demokrat sudah baik dalam memberi contoh tentang regenerasi di partai politik," tutur Kalla.
Simak berita lainnya tentang Yusuf Kalla dan AHY di sini
(TribunnewsWiki.com/SO/RAK, KompasTV/Kompas.com/Tatang Guritno)