Andi Arief

Andi Arief adalah seorang politikus dan mantan aktivis asal Indonesia yang sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak tahun 2015.


zoom-inlihat foto
wasekjen-partai-demokrat-andi-arief-2.jpg
IST
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Andi Arief adalah seorang politikus dan mantan aktivis asal Indonesia yang sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak tahun 2015.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COMAndi Arief lahir pada 20 November 1970 di Bandar Lampung, Lampung, Indonesia.

Dia merupakan anak dari HM. Arief Makhya dan Hj Mas Amah.

Sedari kecil dia mebghabiskan waktu di tanah kelahirannya.

Sejak SD hingga SMA, Andi Arief bersekolah di Tanjung Karang.

Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mengambil Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mulai tahun 1989.

Andi lulus kuliah pada tahun 1996.

Andi mulai aktif berkegiatan di bidang politik sejak masa kuliah.

Misalnya, ia menjabat sebagai Ketua Umum Senat mahasiswa Fisipol UGM dan Pemimpin Umum Majalah Mahasiswa Fisipol saat itu.(1)

Baca: Anies Baswedan Silang Pendapat dengan Jokowi, Andi Arief: Kepala Daerah Boleh Lawan Kepala Negara?

Baca: SBY Ungkap Alasan Partai Demokrat Menolak Disahkan UU Cipta Kerja: Ada Masalah di Sana Sini

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

  • Pendidikan dan Organisasi


Pendidikan:

  • 1983 Lulus SD Negeri 3 Bandar Lampung
  • 1986 Lulus SMP Negeri 2 Bandar Lampung
  • 1989 Lulus SMA Negeri 2 Bandar Lampung
  • 1996 Lulus Ilmu Pemerintahan FISIP UGM

 Organisasi:

  • Ketua Umum Senat mahasiswa Fisipol UGM 1993-1994
  • Dewan redaksi Di Majalah Mahasiswa Sintesa
  • Pimpinan Umum Majalah Mahasiswa Sintesa 1994-1995
  • Dewan Pengurus Persatuan Rakyat Demokratik (PRD) sebelum menjadi partai 1994
  • Ketua Umum Solidaritas Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi (SMID) Cabang Yogyakarta 1994
  • Ketua Umum Pengurus Pusat SMID 1996 (SMID merupakan Ormas PRD)
  • Aktivis Oposisi Indonesia (OPSI)1996
  • Presidium Pusat Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) 1996.(2)

Baca: Partai Demokrat

Baca: Pratama Arhan

  • Karier


Andi Arief menekuni dunia politik sejak tingkat bawah.

Dia mengawali karier politik sebagai aktivis prodemokrasi pada eera 1990-an.

Kemudian dia juga pernah bergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi (SMID) yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dahulu beraliran sosialis.

Mereka menentang kekuasaan Presiden Soeharto yang dinilai sewenang-wenang dan korup.

Di SMID, Andi sempat menjabat sebagai ketua, yakni pada 1996.

Andi dan kawan-kawan pun dinilai mengancam Orde Baru.

Pada 1998, ketika gerakan Reformasi bergelora, Andi beserta sejumlah aktivis sempat menjadi korban penculikan dua bulan sebelum jatuhnya Soeharto.

Namun, ia adalah salah satu yang dilepaskan.

Sempat tidak termonitor aktivitas politiknya pasca-Reformasi, nama Andi muncul kembali di publik pada 2004 menjelang pemilihan umum.

Andi menempatkan diri sebagai salah satu tokoh organisasi relawan yang menyokong elektabilitas salah satu kandidat pemilu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Pilihan politik Andi kala itu sempat diprotes kalangan aktivis mengingat latar belakang SBY berasal dari militer dan memiliki kaitan dengan sejumlah kasus HAM masa lalu.

Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan SBY-Jusuf Kalla sebagai pemenang Pemilu 2004, karier Andi semakin bersinar.

Secara bertahap, ia diberikan sejumlah posisi, antara lain dari Komisaris PT Pos Indonesia hingga staf khusus presiden.

Kariernya di politik juga demikian pesat.

Ia sampai dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekjen Partai Demokrat yang mulai menjabat pada 2015.

Sebelumnya Andi pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam dari tahun 2009 hingga 2014, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(3)

Baca: Dituding Jadi Dalang Demo Penolakan UU Cipta Kerja, AHY: Tuduhan Itu Menyakiti Hati Nurani Rakyat

Baca: Draf Final RUU Ciptaker Jumlah 812 Halaman Selesai, Azis Syamsuddin: Siap Dikirim ke Jokowi Hari Ini

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief saat menyambangi BNN, Jakarta, Rabu (6/3/2019).
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief saat menyambangi BNN, Jakarta, Rabu (6/3/2019). (CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com)

  • Kontroversi


Andi Arief banyak diperbincangkan ketika di akun Twitter-nya dia membahas mengenai dugaan mahar politik Rp 1 triliun yang diberikan ke PAN dan PKS.

Muncul pula istilah 'jenderal kardus'.

Sejak itu, tweet-nya kerap memunculkan kabar-kabar baru, khususnya terkait dunia perpolitikan Tanah Air.

Pada tanggal 3 Maret 2019 pukul 18:30 WIB, sesuai keterangan Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Krisno Siregar, Andi Arief ditangkap di sebuah hotel di kawasan Slipi, Jakarta Barat karena diduga menggunakan sabu.

Polisi mencari barang bukti hingga menggeledah kamar mandi hotel dan terpaksa membongkar toilet duduk di dalam kamar mandi tersebut.

Atas peristiwa itu, pihak Partai Demokrat langsung menggelar rapat darurat.(4)

Pada 14 Oktober 2020 Andi Arief kembali menuliskan cuitan di Twitter yang ditujukan untuk Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, Menko Polhukam, Mahfud Md, dan BIN.

Dia meminta penjelasan soal pihak yang dituduh menunggangi demo omnibus law.

Ketua Bapillu Partai Demokrat ini kembali meminta klarifikasi dari pemerintah.

Cuitan Andi Arief ini lalu ditanggapi Mahfud Md di Twitter. Dia menegaskan pemerintah tidak pernah menuding SBY maupun anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai dalang dari demo yang berujung ricuh pada 8 Oktober 2020 lalu.

Mahfud Md balik meminta Andi Arief menunjukkan kapan pemerintah menuding SBY mendalangi demo.

Menurutnya, tudingan-tudingan itu hanya muncul di media sosial.(5)

(Tribunnewswiki.com/SO)



Nama lengkap Andi Arief
Lahir 20 November 1970, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Pendidikan Universitas Gadjah Mada
Partai politik Partai Demokrat
Afiliasi politik lain Partai Rakyat Demokratik
Pasangan Defianty
Orangtua H.M. Arief Makhya dan Hj Mas Amah.
Dikenal sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (menjabat sejak 2015)
Karier politikus, mantan aktivis Indonesia








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved