Meski Punya Rudal Supersonik untuk Gempur China, Militer Filipina Masih Kalah Jauh dari Tiongkok

Filipina Beli Rudal Tercepat di Dunia untuk Serang China, Sayang Belum Ada Apa-apanya Dibanding Tiongkok


zoom-inlihat foto
rudal-brahmos-buatan-india-rusia.jpg
Wikimedia Commons/One Half 3544 via The Diplomat
Rudal BrahMos buatan India-Rusia


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Militer Filipina baru saja menghamburkan uang untuk memboyong rudal supersonik yang diklaim tercepat sedunia.

Langkah itu mereka lakukan demi mengalahkan pengaruh China di Laut China Selatan.

Diberitakan Intisari Online dari 24h.com.vn, Sabtu (6/3/21), Filipina tidak takut kehilangan uang untuk membeli rudal tercepat di dunia ini.

Wakil Menteri Pertahanan Filipina Raymund Elefante dan Duta Besar India Shambu Kumaran bertemu pada Selasa (3/3/2021).

Mereka menandatangani perjanjian yang memungkinkan Filipina memiliki rudal BrahMos PJ-10 yang terkenal.

Para ahli menyebut, rudal buatan India itu bisa memperkuat militer Filipia, demi melindungi wilayah pesisir.

Diproduksi bersama oleh Rusia dan India, BrahMos PJ-10 adalah rudal hipersonik tercepat yang tersedia saat ini.

Baca: Houthi Terus-terusan Gempur Arab Saudi, Serang Pangkalan Udara Pakai Drone, Jeddah dan Jizan Dirudal

Baca: Houthi Serang Jeddah Pakai Rudal, Targetkan Fasilitas Minyak Milik Saudi Aramco

Rudal BrahMos
Rudal BrahMos (BrahMos Aerospace via The Diplomat)

Rudal ini memiliki jangkauan 290 km dan terbang dengan tiga kali kecepatan suara.

"Rupanya Filipina ingin membidik China saat harus memesan BrahMos PJ-10," kata kata Jose Antonio Custodio pakar keamanan dan pertahanan di ADR Stratbase Research Institute (Filipina).

"Kami membutuhkan rudal ini untuk memperkuat pertahanan kami melawan China di Laut China Selatan," tambahnya.

Rudal tersebut memiliki daya rusak yang besar.

Apa lagi kecepatannya yang luar biasa membuat rudal tersebut sulit untuk dicegat.

BrahMos PJ-10 juga bisa dipasang di kapal, meski kebanyakan diluncurkan dari darat.

"Kami hanya dapat meningkatkan senjata di kapal," kata Custodio.

Baca: Tentara AS Kalang Kabut ketika Dihujani Rudal Iran, Alami Trauma Otak hingga Harus ke Psikiater

Baca: Beredar Nota Kesepakatan Menhan Prabowo Subianto & Perancis, Siap Borong Pesawat Tempur hingga Rudal

"Namun, peralatan rudal baru hanya membantu meningkatkan kemampuan pertahanannya, tetapi tidak cukup untuk menghalangi China di Laut China Selatan," tambah Custodio.

Sebenarnya, pembelian ini sudah direncanakan sejak lama.

"Rencana ini sudah lama. Mungkin dari pemerintahan mantan Presiden Benigno Aquino III (2010-2016). Angkatan Laut Filipina selalu menunjukkan minat pada BrahMos," kata Custodio.

Sayang Presiden Filipina, Rodrigo Duterte sendiri mengakui negaranya masih kalah jauh dibanding China.

Karenanya dia akan tetap memilih upaya diplomatik soal Laut China Selatan.

"China memiliki senjata. Kami tidak memilikinya, itu sederhana," kata Mr. Dutertes.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved