Houthi Serang Jeddah Pakai Rudal, Targetkan Fasilitas Minyak Milik Saudi Aramco

Jubir Houthi, Yahya Saree, mengkonfirmasi mereka telah menembakkan rudal Quds-2.


zoom-inlihat foto
rudal.jpg
BBC
IUSTRASI - Pemberontak Houthi, Yaman, telah melakukan serangan rudal ke Jeddah, Arab Saudi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemberontak Houthi, Yaman, telah melakukan serangan ke Jeddah, Arab Saudi.

Juru bicara Houthi Yahya Saree, mengkonfirmasi mereka telah menembakkan rudal Quds-2 ke fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Jeddah, Kamis (4/3/2021) waktu setempat.

Serangan itu dilakukan sebagai tindakan balas dendam atas kampanye militer enam tahun yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

Dia memposting gambar satelit Pabrik Aramco, tempat produk minyak disimpan dalam tangki.

Pemberontak mengklaim mereka menghantam fasilitas yang sama November lalu, serangan yang kemudian diakui koalisi pimpinan Saudi telah memicu kebakaran di pabrik.

Saudi Aramco tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Pemberontak yang berpihak pada Iran itu telah menyerang fasilitas Aramco di masa lalu, menggarisbawahi kerentanan infrastruktur minyak Arab Saudi yang mahal.

Baca: Putra Mahkota Arab Diduga Bunuh Jurnalis Khashoggi, Dulu Dilindungi Trump, Kini Dilepaskan Biden

Baca: CIA Yakin Putra Mahkota Arab Saudi Dalangi Pembunuhan, Joe Biden Sebut Anak Raja Salman Memalukan

Ilustrasi rudal
Ilustrasi rudal (Tribunnews/Anthony Sweeney/U.S. Army Europe)

"Rudal tersebut telah menargetkan Saudi Aramco di Jeddah saat fajar dengan rudal jelajah Quds-2, dan serangan itu akurat berkat Tuhan."

"Penargetan ini dilakukan dalam kerangka respons alami dan sah untuk kelanjutan pengepungan dan agresi brutal terhadap orang-orang terkasih kita," tulis Yahya Saree dalam akun Twitter miliknya.

Baca: Kronologi TKW dari Arab Saudi Bawa Masuk Varian Baru Virus Corona B.1.1.7 ke Indonesia

Baca: Tentara AS Kalang Kabut ketika Dihujani Rudal Iran, Alami Trauma Otak hingga Harus ke Psikiater

Pabrik itu berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan sementara untuk bensin, solar dan petrokimia lainnya sebelum didistribusikan, terletak tepat di sebelah tenggara Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

Penerbangan yang datang ke bandara dialihkan atau terbang berputar-putar pada Kamis pagi tanpa penjelasan, menurut data pelacakan dari situs web FlightRadar24.com.

Memang mereka berpihak pada Iran, yang telah memerangi koalisi militer pimpinan Saudi-Emirat selama enam tahun.

Baru-baru ini mereka meningkatkan serangan lintas batas di kota-kota Saudi, yang sebagian besar menargetkan Arab Saudi bagian selatan.

Koalisi mengatakan telah mencegat sebagian besar serangan.

Pada hari Kamis, koalisi mengatakan telah menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan ke arah Jazan di selatan kerajaan oleh pasukan Houthi, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Saudi.

Baca: Kembali Tegang, Taiwan Kerahkan Rudal Setelah Jet Tempur China Masuk Zona Udara Taiwan

Baca: Korea Utara Sanggup Luncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam, Korsel Siapkan Kemungkinan Terburuk

Ilustrasi Rudal
Ilustrasi Rudal (YouTube)

"Pasukan koalisi gabungan mampu, Kamis pagi, untuk mencegat dan menghancurkan alat peledak tak berawak yang diluncurkan oleh milisi Houthi yang didukung Iran," kata juru bicara koalisi, Kolonel Turki Al-Maliki, menambahkan bahwa senjata itu "sengaja diluncurkan ke sasaran objek sipil dan warga sipil itu sendiri. "

Koalisi melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 setelah Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional yang dipimpin oleh Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Konflik secara luas dilihat di wilayah tersebut sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran.

Kendati demikian, Houthi menyangkal menjadi boneka Teheran dan mengatakan mereka memerangi sistem yang korup.

(TribunnewsWiki.com/Nur)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved