China Bantah Lakukan Genosida, Beri Bukti Bertambahnya Populasi Muslim Uighur di Xinjiang

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyangkal tuduhan genosida China terhadap etnis minoritas di Xinjiang


zoom-inlihat foto
etnis-uighur-di-aksu-xinjiang.jpg
HECTOR RETAMAL / AFP
Foto ini diambil pada 11 September 2019 menunjukkan seorang pria mengendarai kendaraan di lingkungan etnis Uighur di Aksu, Xinjiang. Otoritas China melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan dalam opersi menahan pertumbuhan populasi etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat, menurut penelitian yang diterbitkan pada 29 Juni 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Luar Negeri China Wang Yi membantah negaranya telah melakukan genosida di Xinjiang.

Hal itu disampaikan Wang ketika berbicara di Dewan HAM PBB di Jenewa, Senin (22/2/2021) melalui video.

Wang menyebut tuduhan genosida adalah fitnah, dikutip South China Morning Post.

“Tidak pernah ada yang seperti genosida, kerja paksa dan penindasan agama. Klaim sensasional ini berakar pada ketidaktahuan, prasangka, dan hype politik yang murni fitnah, ”katanya.

Sebelumnya, kelompok hak asasi manusia dan pakar hak asasi manusia menyatakan bahwa setidaknya ada 1 juta Muslim dari latar belakang etnis minoritas ditahan secara sewenang-wenang di kamp-kamp interniran besar-besaran.

China telah membantah klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka hanya mengambil tindakan untuk memerangi ekstremisme dan memberikan pelatihan kejuruan.

Baca: China Pusing Pikir Anggaran, Harus Atasi Covid-19 Sekaligus Modernisasi Militer untuk Lawan AS

Baca: Komentari Perkelahian Tentara China vs India, 6 Orang Tiongkok Ditahan, Dianggap Tak Hargai Pahlawan

Masjid Keriya Aitika pada November 2018. Gerbang dan kubahnya telah dihilangkan, bagian dari penghancuran masjid di Xinjiang oleh otoritas China.
Masjid Keriya Aitika pada November 2018. Gerbang dan kubahnya telah dihilangkan, bagian dari penghancuran masjid di Xinjiang oleh otoritas China. (Planet Labs)

Pada bulan Januari, AS menuduh China melakukan "genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan" atas perlakuan terhadap Uygur dan kelompok etnis minoritas lainnya di Xinjiang, dengan alasan pemenjaraan, penyiksaan dan kerja paksa.

Tuduhan dan kekhawatiran ini menjadi batu sandungan utama bagi China dan Uni Eropa dalam mencapai Perjanjian Komprehensif awal tentang Investasi.

Sebagai bukti, Wang menyodorkan data bertambahnya populasi Muslim Uighur.

Mengutip statistik resmi Tiongkok, Wang mengatakan populasi Uighur di Xinjiang telah meningkat sekitar seperempat menjadi 2,5 juta antara 2010 dan 2018.





Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved