Cepat atau Lambat Indonesia Diprediksi Bakal Hadapi China, TNI Sempat Kerahkan Jet Tempur ke Natuna

Upaya China untuk mengklaim wilayah Laut China Selatan diprediksi jadi penyebab menegangnya hubungan kedua negara suatu hari


zoom-inlihat foto
presiden-joko-widodo-meninjau-kapal-perang-kri-usman-harun-359.jpg
Biro Pers Sekretariat Presiden
ILUSTRASI Indonesia vs China di Natuna - Presiden Joko Widodo meninjau kapal perang KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Rabu (8/1/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menurut Felix K. Chang, rekan senior di lembaga penelitian Foreign Policy Research Institute, mengatakan siapa pun pemimpin Indonesia pasti akan mengatakan tidak ada ketegangan antara Tanah Air dan China.

Akan tetapi kenyataan di lapangan tidak begitu sederhana.

Indonesia dan China seakan tak punya masalah di darat.

Tapi untuk wilayah lautnya Indonesia dan China memiliki satu masalah besar, sebagaimana diberitakan Intisari Online, Minggu (21/2/2021).

Hal itu diprediksi bisa memicu konfrontasi di kemudian hari, baik cepat atau lambat.

Hal ini jelas diungkapkan pada Desember 2019 ketika kapal penjaga pantai China mengantar beberapa kapal penangkap ikan China ke perairan Pulau Natuna, Indonesia.

Mereka melakukan itu karena perairan Natuna dianggapnya masih bagian dari klaim wilayah laut dari 'sembilan garis putus-putus' yang membuat China mengklaim hampir sebagian wilayah Laut China Selatan, salah satunya Laut Natuna.

Baca: Meski Bukan Menteri, Para Nelayan Tetap Mengadu ke Susi Saat Ada Kapal Cantrang di Natuna

Baca: Tensi AS dan China Meningkat di Laut China Selatan, TNI Menyiagakan 4 KRI di Natuna untuk Antisipasi

Panglima Komondo Gabungon Wilayah Pertahonan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal
Panglima Komondo Gabungon Wilayah Pertahonan | (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Morgono menggelar apel pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di pelabuhan Selat Lampa, Ranai Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pasukan yang terlibat yakni sekitar 600 personil dengan jumlah KRI yang ada sebanyak lima unit kapal (DOK TNI)

Insiden yang terjadi pada Januari lalu mengikuti pola perilaku kapal China di perairan maritim yang dipermasalahkan China dengan Malaysia, Filipina dan Vietnam.

Sadar akan pola itu, Jakarta memanggil dubes China dan mengisukan protes diplomasi formal.

Sementara itu, militer Indonesia mengirimkan 10 kapal angkatan laut dan 4 jet tempur F-16 ke Pulau Natuna.





Halaman
1234
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved