Krisis Pemakaman Akibat Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Ukuran Makam TPU Bambu Apus Kini Diperkecil

pengurus makam TPU Bambu Apus terpaksa memperkecil ukuran petak makam dari 2,5 x 1,5 meter persegi menjadi 1,2 x 2,2 meter persegi per lubangnya


zoom-inlihat foto
covid-indonesia-006.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas mengubur jenazah terkait Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021). Ukuran petak makam di TPU Bambu Apus diperkecil.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Meski baru dibuka pada Kamis (21/1/2021), lahan pemakaman khusus pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus kini terus menipis.

Hingga Kamis (28/1/2021) kemarin, total sudah ada 306 jenazah yang dimakamkan di TPU itu.

Guna mensiasati hal ini, pengurus makam pun terpaksa memperkecil ukuran petak makam dari 2,5 x 1,5 meter persegi menjadi 1,2 x 2,2 meter persegi per lubangnya.

"Walau ukurannya lebih kecil namun masih ada jarak sekitar 40 sentimeter setiap sisinya saat memasukkan peti jenazah,” ucap Pengawas Pelaksana Khusus Pemakaman Covid-19 TPU Bambu Apus Muhaimin, Jumat (29/1/2021).

Melansir Tribunnews.com, dengan penghematan lahan ini, disebutkan bahwa jumlah petak makam bisa ditambah hampir dua kali lipat dari kapasitas semula.

Baca: Virus Nipah di China Bisa Jadi Pandemi setelah Covid-19, Tingkat Kematian Capai 75 Persen

Baca: Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Anak Almarhum Terpancing Emosi, Spontan Pukul Petugas

Adapun TPU Bambu Apus memiliki luas lahan 3.000 meter persegi dan dibagi menjadi 4 blad pemakaman.

Dari jumlah itu, tiga blad untuk pemakaman khusus Covid-19 dan satu lagi untuk pemakaman umum.

tpu bambu apus1
Pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Senin (25/1/2021).

Kapasitas keempat blad itu awalnya sekitar 700 petak makam dan dengan adanya penghematan ukuran, maka kapasitas bertambah menjadi 1.500 liang lahat.

"Diperkirakan jumlah petak makam yang bisa disiapkan di lahan tersebut sekitar 850 - 900 lubang," ujar Muhaimin saat dikonfirmasi.

Selain itu, petugas penggali makan ditambah hingga sekitar 35 orang untuk penanganannya karena jenazah yang terus bertambah dan penggalian yang memakan banyak waktu. ⁣

Baca: Kelelahan, Petugas Pemakaman Dipukuli Akibat Salah Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Baca: Kena Razia Protokol Kesehatan, 19 Warga Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Angkat Bicara

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal pemangkasan petak makam di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur.

Menurutnya, hal itu dilakukan demi memaksimalkan lahan pemakaman di TPU tersebut.

Pasalnya, Jakarta kini tengah dilanda krisis lahan pemakaman khusus Covid-19.

"Ya makam TPU Bambu Apus itu kan disesuaikan dengan kebutuhan," ucapnya, Jumat (29/1/2021).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Dengan pemangkasan petak makam dari 2,5 x 1,5 meter persegi menjadi 2,2 x 1,2 meter persegi, jumlah petak makam di TPU Bambu Apus bisa bertambah hingga dua kali lipat.

Baca: Tak Percaya, Riza Patria: di Jakarta Sejak Usia 4 Tahun, Baru Dengar Tunawisma di Sudirman-Thamrin

Baca: Pandemi Covid-19, Sampah infeksius di Jakarta Capai 12,7 Ton

Meski demikian, politisi Gerindra ini menyebut, upaya yang dilakukan Pemprov DKI ini tak akan berhasil bila masyarakat tidak meningkatkan kesadaran untuk tertib menerapkan protokol kesehatan.

"Yang paling penting berpulang pada kita semua, sebagai warga bangsa harus patuh dan taat, disiplin protokol kesehatan," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Cerita Penggali Makam

Penggali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, terus berlomba dengan kedatangan jenazah protap Covid-19.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved