Pandemi Covid-19, Sampah infeksius di Jakarta Capai 12,7 Ton

Sejak awal pandemi Covid-19, Jakarta sudah melakukan penanganan sampah infeksius dari tingkatan rumah tangga


zoom-inlihat foto
sampah-medis1.jpg
scmp.com
Ilustrasi limbah medis


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sampah infeksius di Jakarta selama pandemi Covid-19 capai 127 ton.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat total sampah infeksius di Jakarta selama pandemi Covid-19 mencapai 12,7 ton.

Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, di Jakarta, Kamis (28/1/2021), menjelaskan bahwa 1.538 kilogram sampah merupakan masker dari rumah tangga, 6.391.881 kilogram sampah dari fasilitas kesehatan (faskes), 1.227.574 kilogram rumah sakit penanganan Covid-19, dan 1.227.574 kilogram dari RS yang tidak melayani Covid-19.

"Apabila ditotal jumlahnya mencapai 12.785.299 kilogram atau 12,7 ton yang tercatat sejak awal pandemi Covid-19 pada April 2020 sampai 17 Januari 2021," kata Yogi Ikhwan.

Sejak awal pandemi Covid-19, Jakarta sudah melakukan penanganan sampah infeksius dari tingkatan rumah tangga.

Hal tersebut dilakukan agar sampah infeksius bisa ditangani dengan baik demi menghindari potensi penularan Covid-19.

Yogi mengatakan, petugas kebersihan melakukan pemilahan dan pengumpulan limbah infeksius seperti masker bekas untuk ditangani dengan semestinya.

Lebih lanjut pihaknya juga bekerjasama dengan pihak pengolah limbah B3 berizin untuk pemusnahannya.

"Masker bekas tergolong sampah infeksius, sehingga pemusnahannya dengan cara diinsinerasi," kata Yogi.

Yogi berharap masyarakat khususnya ibu rumah tangga agar mulai sadar memilah sampah.

Hal tersebut penting untuk dilakukan, terutama pada masa pandemi ini.

"Kita sama-sama memilah dan memisahkan sendiri. Kemudian, disemprot disinfektan dan dikemas khusus. Setelah itu tanggung jawab kami untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Sementara, sampah medis dari seluruh faskes di Jakarta merupakan tanggung jawab dari pengelola faskes.

Namun demikian, pihaknya tetap mengawasi proses pemusnahan sampah infeksius tersebut.

"Sampah medis itu kewajiban setiap faskes untuk menanganinya dengan baik," katanya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan sampah medis infeksius bukan hanya terjadi saat pandemi Covid-19 saja.

Dia menegaskan, sampah medis menjadi hal penting bagi rumah sakit untuk mengolahnya dengan baik.

"Di kami pengolahan ini tidak dilakukan sendiri tapi ada pihak ketiga yang kami kerjasamakan sebagai pengolah limbah. Pengawasannya juga berdua, antara Dinkes dengan Dinas LH," ujar Widyastuti.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Egidius Patnistik)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sampah Infeksius di Jakarta Tercatat 12,7 Ton Selama Pandemi"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved