Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Anak Almarhum Terpancing Emosi, Spontan Pukul Petugas

Anak almarhum mengaku memukul salah satu petugas lantaran jenazah ayahnya tertukar


zoom-inlihat foto
covid-indonesia-006.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
FOTO HANYA ILUSTRASI - Petugas mengubur jenazah terkait Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021). Media luar negeri mulai menyoroti penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia setelah seorang pasien positif yang ditolak 10 rumah sakit meninggal dunia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus jenazah pasien Covid-19 tertukar kembali terjadi lagi di tanah air.

Kali ini, kasus ini terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

Petugas Public Safety Center (PSC) Kota Malang yang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 salah membawa peti dari Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA).

Akibat keteledoran ini, petugas sempat mendapat pukulan dari keluarga jenazah, seperti diberitakan Kompas.com.

MNH, anak dari pasien Covid-19 yang meninggal tersebut, mengaku kecewa jenazah ayahnya tertukar.

Menurut MNH, keluarganya sempat mensalati jenazah itu saat tiba di pemakaman.

Saat itu, keluarganya belum mengetahui ternyata peti jenazah itu keliru.

"Saat peti ini mau dimasukkan ke liang kubur, saya baru sadar karena posisi saya memang agak tinggi dari peti. Jadi saya lihat tulisan di peti itu bukan nama bapak saya," kata MNH di Mapolresta Malang Kota, Jumat (29/1/2021).

Kronologi

FOTO HANYA ILUSTRASI - Suasana di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021) lalu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah Covid-19 di TPU Srengseng Sawah karena TPU khusus Covid-19 sebelumnya di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, dan Tegal Alur, Jakarta Barat, telah penuh.
FOTO HANYA ILUSTRASI - Suasana di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021) lalu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah Covid-19 di TPU Srengseng Sawah karena TPU khusus Covid-19 sebelumnya di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, dan Tegal Alur, Jakarta Barat, telah penuh. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca: Pelajaran dari Wuhan: Covid Setahun Lalu, Mayat Tergeletak di Pinggir Jalan, Kini Jalan Sudah Ramai

Baca: Kelelahan, Petugas Pemakaman Dipukuli Akibat Salah Ambil Jenazah Pasien Covid-19

MNH mengaku memukul salah satu petugas PSC karena kesal yang memuncak. Ia tak habis pikir petugas membawa peti jenazah yang salah.

Kejadian itu bermula ketika dirinya menelepon pihak PSC untuk penyelenggaraan jenazah ayahnya yang meninggal karena Covid-19 di RSSA Kota Malang pada Kamis (28/1/2021).

Ia menanyakan pihak PSC tentang jadwal pemakaman ayahnya.

Saat itu, petugas menjawab ayahnya akan dimakamkan pada kloter keempat.

"Terus saya tanya kira-kira itu jam berapa. PSC tidak bisa memastikan, lalu saya pulang dulu sambil menunggu konfirmasi selanjutnya," kata MNH.

Sekitar pukul 12.27 WIB, MNH mendapat telepon dari petugas PSC.

Petugas meminta MNH dan keluarganya bersiap karena kloter pemakaman ketiga telah berangkat.

Baca: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta: Klaster Keluarga Bermunculan & Ada Usul Lockdown

MNH bersama sepupunya berangkat ke RSSA Kota Malang untuk menunggu penyelenggaraan jenazah.

"Saya sama sepupu berangkat berdua ke rumah sakit untuk menunggu. Sebagian (keluarga) ke makam," katanya.

Tak lama menunggu di rumah sakit, ambulans pun datang. Namun, petugas justru memakamkan jenazah pasien Covid-19 lain.

Petugas beralasan ingin menyelesaikan pemakaman jenazah yang dikubur di TPU Sukun.





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved