Virus Nipah di China Bisa Jadi Pandemi setelah Covid-19, Tingkat Kematian Capai 75 Persen

Virus nipah tak kalah bahaya, dengan tingkat kematian akibat virus itu mencapai 75 persen


zoom-inlihat foto
foto-hanya-ilustrasi-virus-nipah-dari-china-disebarkan-oleh-kelelawar-buah.jpg
pixabay.com
FOTO HANYA ILUSTRASI - virus nipah dari China, disebarkan oleh kelelawar buah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus nipah di China dilaporkan bisa berpeluang menjadi pandemi berikutnya setelah Covid-19.

Pasalnya, tingkat kematian akibat virus itu mencapai 75 persen, lapor Acces to Medicine Foundation, dilansir Kompas.com dari Al Arabiya, Minggu (31/1/2021).

Jika virus nipah menjadi pandemi, kemungkinan kondisinya akan lebih parah.

Hal itu karena industri farmasi masih tidak siap, lantaran fokus menangani Covid-19.

“Virus Nipah adalah penyakit menular lain yang muncul dan menimbulkan kekhawatiran besar. Nipah bisa merebak kapan saja. Pandemi berikutnya bisa jadi infeksi yang tahan terhadap obat,” ungkap The Guardian mengutip Jayasree K Iyer, Direktur Eksekutif Access to Medicine Foundation yang berbasis di Belanda.

Virus nipah disebarkan kelelawar buah, menyebabkan gejala mirip flu dan kerusakan otak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus tersebut dapat menyebabkan ensefalitis atau radang otak

Biasanya, perawatan diberikan bersifat suportif, untuk mencegah penyakit berkembang sedini mungkin.

Baca: Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Virus Corona: Lidah Tak Nyaman, Ada Bercak Seperti Sariawan

Baca: Eropa Kacau dan Rusuh selama Vaksinasi Covid-19, Kerusuhan Besar di Polandia dan Belanda

ILUSTRASI Kelelawar
ILUSTRASI Kelelawar (pixabay.com)

Sebenarnya, virus ini sudah ada sebelum virus corona.

Wabah virus nipah di negara bagian selatan India, Kerala pada 2018 silam merenggut 17 nyawa.





Halaman
123
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • 170 Jamaah Palestina Terluka dalam

    Warga Palestina menghadapi penggusuran dari rumah mereka sendiri
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved