TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan orang Antifa atas kerusuhan yang terjadi di Gedung Kapitol, Rabu (6/1/2021) lalu.
Pernyataan tersebut ia buat jelang sidang pemakzulan dirinya sebagai Presiden AS, seperti diberitakan Al Jazeera.
Padahal, bukti video menunjukkan kerusuhan diakibatkan oleh suporter Donald Trump sendiri.
Trump membuat pernyataan itu dalam panggilan telepon selama 30 menit lebih, pada Senin (11/1/2021) pagi, dengan Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy, berdasarkan keterangan Axios, seorang pejabat Gedung Putih.
Axios mengatakan, dalam panggilan tersebut McCarthy berkata “Ini bukan Antifa, ini MAGA (pendukung Trump). Aku tahu. Saya ada di sana."
McCarthy juga menyarankan Trump untuk menelepon Joe Biden, bertemu dengan presiden terpilih dan meninggalkan surat sambutan untuk penggantinya itu.
Baca: Donald Trump Tak Mau Hadiri Acara Pelantikan, Joe Biden: Itu Hal Baik Dia Tak Muncul
Baca: Nancy Pelosi Sebut DPR AS akan Mendakwa dan Memakzulkan Donald Trump
Terkait kabar ini, Gedung Putih memilih bungkam.
Perwakilan McCarthy juga tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Perlu diketahui, Antifa merupakan kependekan dari anti-fasis.
Anggota kelompok tersebut telah terlibat bentrok dengan kelompok sayap kanan dalam beberapa tahun terakhir.
Trump mengancam akan melabeli kelompok itu sebagai organisasi "teroris" menyusul demonstrasi setelah pembunuhan George Floyd.
Sidang Pemakzulan
Baca: Twitter Resmi Tutup Akun Donald Trump Secara Permanen, Pendukung Trump Kecam Langkah Tersebut
Baca: Rasisme Amerika, Pria Kulit Hitam Hantamkan Kaleng Es Teh ke Wajah Pria Kulit Putih: Dihina N-Word
Partai Demokrat DPR memperkenalkan satu artikel pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump pada hari Senin (11/1/2021).
Demokrat melakukan tindakan itu sebagai buntut kerusuhan di Gedung Capitol.
Sidang pemakzulan akan dilakukan pada Rabu pagi (13/1/2021) waktu setempat.
Survei baru-baru ini memang menunjukkan banyak warga AS yang ingin Trump lengser.
Hasil jajak pendapat yang dilakukan ABC News/Ipsos yang dilakukan sejak kerusuhan di Gedung Capitol pada hari Rabu lalu menunjukkan bahwa sebagian besar orang Amerika menginginkan Trump turun dari jabatannya.
Diberitakan Kontan, mayoritas responden yakni 56% mengatakan Trump harus dicopot dari jabatannya.
Sementara hanya 43% responden yang menilai Trump tak perlu dimakzulkan.
Baca: Pendukung Trump Tewas Tertembak di Gedung Capitol, Joe Biden: Ini Bukan Protes, Ini Pemberontakan
Baca: Twitter Hapus Postingan Kedubes China di AS yang Sebut Wanita Uighur Bukan Lagi Mesin Pembuat Bayi
Persentase tinggi dari responden Amerika yang ingin Trump turun dari jabatannya terjadi karena Partai Demokrat di DPR sudah berencana untuk memperkenalkan resolusi pemakzulan terhadap Trump.