Jelang Pemakzulan, Trump Tuding Antifa Jadi Dalang Kerusuhan di Gedung Capitol, Bukan Pendukungnya

Meski semua bukti menunjukkan pendukung Trump yang rusuh, Presiden AS itu tetap salahkan orang-orang Antifa


zoom-inlihat foto
trump-keder-001.jpg
Brendan Smialowski / AFP
Trump menyalahkan Antifa atas insiden di Gedung Capitol. Ribuan pendukung Trump, didorong oleh klaim palsu penipuan pemilih, membanjiri ibu kota negara memprotes sertifikasi yang diharapkan dari kemenangan Gedung Putih Joe Biden oleh Kongres AS. Namun, ia akhirnya mengecam langsung aksi rusuh pendukungnya setelah diancam akan dipecat atau dipaksa mundur.


Persentase ini lebih tinggi ketimbang saat Demokrat memulai penyelidikan pemakzulan terhadap Trump pada September 2019.

Sebelum Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengumumkan penyelidikan itu, hanya sekitar 40% warga Amerika yang setuju untuk memakzulkan dan menyingkirkan Trump.

Fakta bahwa begitu banyak orang Amerika ingin Trump dicopot, memang, secara historis belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai contoh persentase orang Amerika yang menginginkan Bill Clinton dimakzulkan setelah perselingkuhannya dengan Monica Lewinsky terkuak tidak pernah naik lebih dari 40%.

Baca: Kontroversi Dokter China Sebut 1 Jenis Vaksin Covid-19 dari Negaranya Tidak Aman: 73 Efek Samping

Baca: Ayahnya Dibunuh Atas Perintah Donald Trump, Putri Qasem Soleimani: Joe Biden Tidak Ada Bedanya

Demikian pula, persentase orang Amerika yang menganggap Richard Nixon harus dicopot atau harus mundur dari jabatannya hanya sekitar 40% ketika DPR memilih untuk secara resmi memulai penyelidikan pemakzulan pada Februari 1974 silam.

(TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin) (Kontan)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul 'Survei membuktikan, mayoritas warga AS ingin Trump dimakzulkan'





Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved