TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ratusan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Capitol AS pada hari Rabu (6/1/2021) waktu setempat.
Mereka berupaya untuk membatalkan kekalahan Donald Trump dalam Pemilu.
Karenanya, demonstran memaksa Kongres untuk menunda sesi yang akan mensertifikasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden, seperti diberitakan US News.
Laporan terbaru menyebut satu perempuan pro Donald Trump tewas.
Belum ada rincian mengenai laporan ini.
Baca: Ayahnya Dibunuh Atas Perintah Donald Trump, Putri Qasem Soleimani: Joe Biden Tidak Ada Bedanya
Memang, dalam insiden ini polisi berjaga lengkap dengan senjata dan gas air mata.
Mereka bergerak cepat mengevakuasi anggota parlemen dan berusaha membersihkan Gedung Capitol dari para pendukung Trump.
Polisi menyatakan gedung Capitol aman tidak lama setelah pukul 17:30 waktu setempat.
Kepala Polisi Metropolitan Washington Robert Contee mengatakan anggota kerumunan menggunakan bahan kimia yang mengiritasi untuk menyerang polisi.
Joe Biden: Ini Pemberontakan
Baca: Demo Pendukung Trump Rusuh, Kuasai Gedung Capitol: Wanita Pro-Trump Ditembak Mati
Joe Biden, presiden terpilih yang akan menjabat pada 20 Januari mendatang, mengatakan aktivitas para pengunjuk rasa "berbatasan dengan hasutan."
Ia mengatakan demonstran menyerbu Capitol, menghancurkan jendela, menduduki kantor, menyerbu Kongres, dan mengancam keselamatan pejabat terpilih.
Baginya, tindakan seperti ini adalah sebuah pemberontakan.
"Ini bukan protes, ini pemberontakan."
Biden mendesak Trump untuk menenangkan pendukungnya dan mengakhiri pengepungan Gedung Capitol.
Trump Ajak Pendukung Pulang
Baca: Donald Trump Telepon Sekretaris Negara Bagian Georgia, Minta 11 Ribu Suara Tambahan
Baca: Daftar 32 Kata dan Frasa yang Paling Sering Dipakai Presiden AS Donald Trump dalam 5 Tahun Terakhir
Dalam sebuah video di Twitter, Trump mengulangi klaim palsunya tentang penipuan pemilu.
Namun dirinya tetap mengajak pendukung untuk pulang ke rumah demi kedamaian.
"Anda harus pulang sekarang, kami harus memiliki kedamaian," katanya