Berdedikasi dan Gigih Cari Plasma Darah untuk Pasien, Dokter Budi Darmawan Meninggal karena Covid-19

Semasa hidup, dr Budi Darmawan kerap ke luar kota untuk cari donor plasma darah demi sembuhkan pasien Covid-19


zoom-inlihat foto
covid-italia-007.jpg
Filippo MONTEFORTE / AFP
ILUSTRASI Dokter garda terdepan Covid-19 --- Keterangan gambar: Seorang pekerja medis melakukan tes usap untuk COVID-19 pada 19 Desember 2020 di lokasi pengujian swab drive-through rumah sakit Tor Vergata di Roma. Italia, salah satu negara yang paling parah terkena virus korona baru, akan ditempatkan di bawah pembatasan baru selama periode Natal dan Tahun Baru, menurut keputusan pemerintah yang diterbitkan pada 19 Desember 2020.


Pihak berwenang Meksiko mengatakan saat ini mereka masih mendalami kasus tersebut.

"Diagnosis awal adalah encephalomyelitis," kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat (1/1/2021) malam waktu setempat.

Encephalomyelitis adalah peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang.

Kementerian menambahkan bahwa dokter tersebut memiliki riwayat reaksi alergi.

Baca: Sudah Disuntik Vaksin, 240 Warga Israel Masih Terinfeksi Covid-19, Begini Penjelasannya

Baca: Cara Mengecek Daftar Penerima Vaksin Covid-19, Ini Hal yang Perlu Anda Siapkan

Mereka juga menyebutkan bahwa tidak ada bukti dari uji klinis bahwa ada orang yang mengalami peradangan otak setelah menerima vaksin.

Sementara itu, pihak Pfizer-BioNTech tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Hingga Minggu (3/1/2021), jumlah kasus positif Covid-19 di Meksiko telah mencapai 1.443.544 kasus dengan total kematian sebanyak 126.851.

Vaksinasi Covid-19 di Meksiko

Negara itu mulai mendistribusikan putaran pertama vaksin COVID-19 kepada petugas kesehatan pada 24 Desember 2020 lalu, menjadikannya sebagai negara Amerika Latin pertama yang melakukannya.

Melansir New York Times, Kepala Kepala perawat di rumah sakit Rubén Leñero di Mexico City, María Irene Ramírez (59) menjadi orang pertama di negara tersebut yang mendapatkan vaksin Pfizer-BioNTech.

 “Ini adalah hadiah terbaik yang dapat saya terima pada tahun 2020,” kata Ramirez dalam upacara tersebut, yang disiarkan di televisi nasional.

“Kami takut, tapi kami harus terus maju karena seseorang harus menghadapi pertarungan ini.”

Baca: Inilah Gejala Tak Biasa yang Dialami Pasien Covid-19 Menurut WHO, Mual Muntah hingga Cepat Marah

Baca: Walau Sudah Dimulai, Masih Banyak Orang Eropa Tidak Yakin dengan Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Dikutip dari Reuters, vaksinasi covid-19 di negara tersebut akan dimulai di rumah sakit di Mexico City dan kota utara Saltillo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan pada Rabu (23/12/2020) sebelum vaksin Pfizer pertama diterbangkan ke ibu kota dari Belgia.

Namun, pengiriman pertama hanya berisi 3.000 dosis vaksin.

Yang berikutnya akan berisi 50.000 dosis, dengan Meksiko dijadwalkan menerima 1,4 juta unit vaksin Pfizer dua suntikan hingga 31 Januari, kata kementerian luar negeri.

Sebaliknya, Kosta Rika mengatakan akan menerima 9.750 dosis pertama vaksin Pfizer pada Rabu (23/12/2020) malam.

Lopez Obrador mengatakan, dia ingin vaksin itu digunakan di area tambahan ketika para pejabat berusaha menjangkau pekerja di hampir 1.000 rumah sakit yang merawat pasien virus corona di seluruh negeri.

Warga berusia lanjut dan orang dengan penyakit kronis akan menjadi yang berikutnya.

Baca: Disuntuk Vaksin Pfizer, Seorang Perawat di AS Masih Bisa Positif Covid-19, Ini Kata Ahli

Baca: Optimis Kemungkinan Vaksin, CEO Pfizer Mendesak Negara di Dunia Tidak Terburu-Buru Buka Ekonomi

Pfizer's adalah vaksin COVID-19 pertama yang mencapai Meksiko, yang juga telah menandatangani kesepakatan untuk vaksin dari perusahaan lain.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved