Sudah Disuntik Vaksin, 240 Warga Israel Masih Terinfeksi Covid-19, Begini Penjelasannya

Berikut ini penjelasan mengapa 240 warga Israel positif Covid-19 meski sudah divaksin


zoom-inlihat foto
obat-antibodi-covid-003.jpg
STEPHANE DE SAKUTIN / AFP
ILUSTRASI Vaksin covid-19 --- Seorang pekerja menunjukkan botol vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 pada saat kedatangan pengiriman pertama di Prancis di apotek pusat AP-HP di pinggiran Paris pada 26 Desember 2020. Penemuan obat antibodi terbaru di Inggris yang sedang diujicobakan diharapkan mampu memberi kekebalan instan kepada ribuan nyawa.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ratusan warga Israel dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19.

Padahal mereka baru beberapa hari mendapat suntikan vaksin virus corona dari Pfizer-BioNTech.

Dilansir Kompas.com dari Russian Today, Channel 13 News melaporkan hingga Jumat (1/1/2021) setidaknya ada 240 orang yang terinfeksi meski sudah divaksin.

Lalu mengapa hal itu bisa terjadi?

Rupanya kasus ini bukan karena vaksin yang tidak manjur.

Infeksi ini masih bisa terjadi lantaran vaksin Pfizer-BioNTech yang dipakai Israel butuh waktu untuk melatih sistem kekebalan, agar dapat mengenali dan melawan penyakit.

Vaksin corona buatan Amerika Serikat (AS) itu butuh dua suntikan untuk bekerja maksimal.

Baca: Cek Daftar Nama Penerima Vaksin, Kelompok Prioritas Penerima, Ada 1,3 Juta Lebih Tenaga Kesehatan

FOTO HANYA ILUSTRASI ---- FINLANDIA - Perawat Andrea Nummi menerima vaksin virus corona Pfizer-Biontech Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Helsinki di Helsinki, Finlandia pada 27 Desember 2020 dalam rangka peluncuran vaksin virus corona Pfizer-BioNTech Covid-19. Uni Eropa mulai meluncurkan vaksin, bahkan ketika negara-negara di blok tersebut dipaksa kembali ke dalam kuncian oleh jenis virus baru, yang diyakini lebih menular, yang terus menyebar dari Inggris. Pandemi telah merenggut lebih dari 1,7 juta nyawa dan masih merajalela di sebagian besar dunia, tetapi peluncuran kampanye innoculation baru-baru ini telah meningkatkan harapan bahwa 2021 dapat membawa kelonggaran.
FOTO HANYA ILUSTRASI ---- FINLANDIA - Perawat Andrea Nummi menerima vaksin virus corona Pfizer-Biontech Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Helsinki di Helsinki, Finlandia pada 27 Desember 2020 dalam rangka peluncuran vaksin virus corona Pfizer-BioNTech Covid-19. Uni Eropa mulai meluncurkan vaksin, bahkan ketika negara-negara di blok tersebut dipaksa kembali ke dalam kuncian oleh jenis virus baru, yang diyakini lebih menular, yang terus menyebar dari Inggris. Pandemi telah merenggut lebih dari 1,7 juta nyawa dan masih merajalela di sebagian besar dunia, tetapi peluncuran kampanye innoculation baru-baru ini telah meningkatkan harapan bahwa 2021 dapat membawa kelonggaran. (Alessandro RAMPAZZO / AFP)

Menurut penelitian, kekebalan terhadap Covid-19 meningkat 8-10 hari setelah suntikan pertama dan itu baru 50 persen.

Suntikan kedua diberikan 21 hari setelah suntikan pertama, dan kekebalan 95 persen sesuai yang diklaim Pfizer-BioNTech, dicapai seminggu setelahnya.

Dengan demikian, masih ada kemungkinan 5 persen tertular Covid-19 walaupun sudah disuntik dosis penuh.





Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved