Walau Sudah Dimulai, Masih Banyak Orang Eropa Tidak Yakin dengan Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Warga Eropa sebagian masih banyak yang merasa kurang aman terhadap vaksin Covid-19 yang saat ini beredar dan siap disuntikkan ke mereka.


zoom-inlihat foto
vaksin-inggris-003.jpg
FLAVIO LO SCALZO / POOL / AFP
Perawat Lucia Premoli, menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 di rumah sakit Civico, di Codogno, Italia utara, pada 27 Desember 2020, tempat pasien pertama di negara itu didiagnosis.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Uni Eropa baru saja meluncurkan program vaksinasi Covid-19 besar-besaran pada Minggu (27/12/2020) dengan tujuan untuk mengendalikan pandemi virus corona.

Akan tetapi, ternyata banyak warga Eropa yang skeptis tentang cepatnya masa ujicoba  vaksin dan merasa enggan untuk disuntik. 

Menurut Reuters, dalam beberapa survei menunjukkan, tingginya tingkat keraguan terhadap inokulasi di negara-negara dari Prancis hingga Polandia.

Orang-orang Eropa bersikap skeptis terhadap vaksin Covid-19 karena untuk mengembangkan suatu vaksin membutuhkan waktu puluhan tahun, bukan hanya berbulan-bulan.

“Saya kira tidak ada vaksin dalam sejarah yang telah diuji dengan begitu cepat,” Ireneusz Sikorski, 41 tahun, salah seorang warga Polandia.

“Saya tidak mengatakan vaksinasi tidak boleh dilakukan."

"Tapi saya tidak akan menguji vaksin yang belum diverifikasi pada anak-anak saya, atau pada diri saya sendiri,” tambahnya kepada Reuters. 

Baca: Inilah Urutan Penyaluran Vaksinasi untuk Masyarakat Indonesia, Ada 6 Jenis Vaksin yang Digunakan

YUNANI- Metropolitan Hierotheos dari Nafpaktos dan Agios Vlasios menerima dosis vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 di rumah sakit Evangelismos, di Athena, pada 27 Desember 2020.
YUNANI- Metropolitan Hierotheos dari Nafpaktos dan Agios Vlasios menerima dosis vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 di rumah sakit Evangelismos, di Athena, pada 27 Desember 2020. (ALKIS KONSTANTINIDIS / berbagai sumber / AFP)

Survei di Polandia menunjukkan, kurang dari 40% orang yang berencana untuk divaksinasi, untuk saat ini.

Pada hari Minggu, hanya separuh staf medis di rumah sakit Warsawa tempat suntikan pertama negara itu diberikan, telah mendaftar.

Demikian pula halnya di Spanyol, salah satu negara yang paling terpukul di Eropa dan Jerman.  





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved