Menyusul lampu hijau untuk Pfizer-BioNTech, Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui vaksin buatan Moderna, menjadikannya sebagai vaksin kedua yang mendapat persetujuan.
Moderna dinyatakan dapat mencegah Covid-19 hingga 94 persen.
Selain Pfizer-BioNTech dan Moderna, AstraZeneca-Oxford juga telah mengeluarkan laporan keamanan vaksin peer-review yang terbit di jurnal The Lancet.
Laporan terbaru ini mengonfirmasi hasil yang dipublikasikan beberapa minggu lalu, di mana disebut vaksin hanya memiliki kemanjuran 70,4 persen berdasarkan analisis gabungan dari dua resimen dua dosis yang berbeda, yakni standar/standar dan rendah/standar.
Selama uji coba fase III, ada 11.636 sukarelawan asal Inggris dan Brasil yang menerima vaksin Oxford-AstraZeneca.
Data itu menunjukkan bahwa vaksin sepenuhnya melindungi relawan dari kasus infeksi yang parah setelah tiga minggu diberi dosis.
Ada 7 negara yang telah memulai program vaksinasi virus corona, yakni Inggris, Bahrain, AS, Kanada, Arab Saudi, Rusia, dan China.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kaleidoskop 2020: Kronologi Pandemi Covid-19 hingga Program Vaksin"