TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut adalah kronologi panjang kemunculan pandemi Covid-19 hingga program vaksin.
Tahun 2020 telah memasuki pekan terakhir.
Sepanjang tahun ini, dunia harus berhadapan dan melawan pandemi Covid-19.
Sebagai pengingat, penyakit baru yang disebabkan oleh infeksi virus corona SARS-CoV-2 ini, mulanya teridentifikasi di Wuhan, China.
Kemudian dengan cepat menyebar luas ke seluruh negeri.
Berdasarkan kabar terbaru, Antartika melaporkan kasus pertama Covid-19 pada Selasa (22/12/2020), dimana ada 36 orang terinfeksi.
Alhasl, Covid-19 telah menyebar ke setiap benua di dunia.
Berikut adalah jejak pandemi Covid-19, sejak penyakit itu pertama kali dikonfirmasi, apa saja yang sudah dilakukan ahli, hingga pencapaian temuan vaksin yang ampuh dan efektif.
1. Pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China
Covid-19 pertama kali dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China pada 31 Desember 2019.
Penyakit ini dianggap sebagai pneumonia misterius karena gejala yang muncul dari pasien termasuk demam, sulit bernapas, dan lesi pada paru-paru.
Penyakit ini juga mengingatkan orang akan wabah SARS yang melanda Asia pada 2002 dan MERS tahun 2012.
Kendati mirip, tapi ketiganya berbeda.
Otoritas China dan WHO pada pertengahan Januari 2020 menyimpulkan bahwa virus yang menyerang merupakan virus corona, dari keluarga yang sama yang menyebabkan SARS dan MERS.
Infeksi ini awalnya terjadi pada tanggal 12 Desember 2019 dan 29 Desember 2019, dimana sebagian dari pasien yang terinfeksi bekerja di sebuah pasar makanan laut di Wuhan.
Meski demikian, seperti dilaporkan oleh media lokal, pasar yang telah ditutup sejak 1 Januari 2020 untuk di disinfeksi tersebut tersebut juga menjual berbagai hewan hidup, seperi burung, kelinci dan ular.
Hal ini membuat para pakar curiga bahwa penyakit disebabkan oleh virus pneumonia baru yang berpindah dari hewan ke manusia.
2. Karakteristik virus
Pada 23 Januari 2020, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang di 13 negara.
Dari kasus yang ada, ahli mengumpulkan enam set genom virus corona baru, yang kala itu dinamai 2019-nCoV.