Kaisar Naruhito dan Keluarga Khawatir Wabah Corona, Jepang Batalkan Acara Tahun Baru

Otoritas Kekaisaran dalam sebuah pernyataan pada Jumat (27/11), mengatakan bahwa ucapan salam tahunan pada 2 Januari tidak akan diadakan.


zoom-inlihat foto
suasana-kota-tokyo-di-jepang.jpg
Unplash - Jezael Melgoza @jezael
Otoritas Kekaisaran dalam sebuah pernyataan pada Jumat (27/11), mengatakan bahwa ucapan salam tahunan pada 2 Januari tidak akan diadakan., FOTO: Suasana Kota Tokyo, Jepang pada malam hari


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kaisar Jepang Naruhito dan keluarganya membatalkan acara tradisional pergantian tahun karena kekhawatiran atas kebangkitan kembali infeksi virus corona.

Adapun biasanya mereka memberikan salam Tahun Baru melalui balkon istana.

Otoritas Kekaisaran dalam sebuah pernyataan pada Jumat (27/11/2020), mengatakan bahwa ucapan salam tahunan pada 2 Januari tidak akan diadakan.

Biasanya, acara tradisional tersebut menarik puluhan ribu warga untuk datang ke taman istana.

Sebagaimana diwartakan Associated Press, Jumat (27/11/2020), Kaisar dan keluarga jarang muncul di depan umum sejak pandemi dimulai.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 27 November: Berners Street Hoax Disebarkan di London Demi Sebuah Taruhan

FOTO: Ilustrasi sebuah wilayah di Jepang
FOTO: Ilustrasi sebuah wilayah di Jepang (Unsplash - Colton Jones @colt10jordan)

Baca: Habib Rizieq Dirawat di Rumah Sakit, Hasil Screening Awal Tak Tunjukkan Gejala Covid-19

Ditambah dengan pembatalan acara dari otoritas istana, membuat Jepang sangat berhati-hati merespons wabah virus corona.

Para ahli setempat mendesak pemerintah untuk mengurangi acara sosial dan kegiatan bisnis.

Mereka meminta hal tersebut dilakukan sebelum musim liburan tiba di tengah meningkatnya kasus virus corona yang serius.

Gunung Asama di Jepang, dilihat dari sisi Timur
Gunung Asama di Jepang, dilihat dari sisi Timur (Wikimedia Commons/Ski Mania)

Imbauan PM Pakistan untuk Warga

Sementara itu, kabar terbaru ihwal virus corona datang dari Pakistan.

Baca: Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Sempat Terima Penghargaan sebelum Meninggal Dunia

Perdana Menteri Pakistan mengeluarkan kebijakan pelonggaran pembatasan bisnis agar perekonomian negara terus berjalan di tengah pandemi.

Kebijakan ini dikeluarkan saat angka infeksi virus corona terus meningkat.

Adapun PM Imran Khan mengatakan pemerintahannya tidak ingin warga mati kelaparan saat berjuang melawan pandemi.

Di depan wartawan pada Rabu (25/11), Imran Khan juga melaporkan angka kematian baru di Pakistan.

Tercatat 59 warga meninggal dan muncul 3000 kasus dalam sehari di Pakistan.

Baca: Tahan Gelombang Baru Corona, Kota Newark New Jersey AS Minta Warga Berada di Rumah Selama 10 Hari

FOTO: Bendera Pakistan berkibar di Rahim Yar Khan, Pakistan
FOTO: Bendera Pakistan berkibar di Rahim Yar Khan, Pakistan (Unsplash - Hamid Roshaan ???????? @roshaan)

Baca: Mads Mikkelsen Dipastikan Jadi Pengganti Johnny Depp Perankan Grindelwald di Fantastic Beasts 3

Ini terjadi saat Pakistan memasuki gelombang kedua virus corona di mana banyak pasien membanjiri rumah sakit.

Khan mendesak warga untuk disiplin mematuhi aturan jaga jarak dan pemakaian masker.

Lebih jauh lagi, Khan mengatakan tidak ingin menutup pabrik, toko, dan pusat perbelanjaan karena dapat memengaruhi perekonomian negara.

Seperti diketahui, Pakistan telah mencatat total 382.892 kasus dengan 7803 kematian, sejak Februari 2020, sebagaimana diwartakan Associated Press, Kamis (26/11/2020).

Sebelumnya, pemerintah setempat memberlakukan lockdown nasional pada Maret 2020, tetapi melonggarkan pembatasan pada Mei 2020.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved