Penata Rambut Positif Covid-19, Tularkan Virus Kepada Puluhan Pelanggan: Siapkah The New Normal?

Pola The New Normal di Amerika Serikat ternyata belum mampu menekan laju Covid-19, setelah penata rambut tularkan virus terhadap puluhan pelanggan.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-cukur.jpg
barberlane.com
Ilustrasi potong rambut.


Pola The New Normal di Amerika Serikat ternyata belum mampu menekan laju Covid-19, setelah penata rambut tularkan virus terhadap puluhan pelanggan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dunia sedang berjuang dengan penyebaran virus Corona yang bermula awal dari Kota Wuhan, China.

Berbagai negara telah mengambil langkah masing-masing untuk mengamankan warga negaranya.

Mulai dari lockdown (penguncian), tes massal hingga pelarangan aktivitas keluar masuk antar negara pun dilakukan demi membendung Covid-19.

Setelah berlalu hampir 3 bulan lamanya, banyak negara yang mulai mencoba kembali menghidupkan aktivitas ekonomi karena gangguan Covid-19.

Isitilahnya disebut sebagai "The New Normal", bagaimana kehidupan pasca Covid-19 berjalan dengan protokol kesehatan dan pola hidup masyarakat yang baru.

Namun, meski begitu frasa "The New Normal" dengan segala protokol yang dibuat ternyata tak serta merta membuat penyebaran Covid-19 berhasil diminimalisir begitu saja.

Contohnya di Amerika Serikat (AS),  seorang penata rambut di negara tersebut terinfeksi virus Corona dan celakanya, karena aktivitas pekerjaanya membuat dia menularkan virus terhadap puluhan orang.

Baca: Apa Itu New Normal Life yang Dimaksud Pemerintah setelah Adanya Pandemi Virus Corona?

Baca: Aturan New Normal di Tempat Kerja, Menkes Terawan Minta Tiadakan Sif Malam hingga Pagi Hari

Baca: Amerika Serikat Putuskan Blacklist Puluhan Perusahaan China Pasca Terlibat Diskriminasi Etnis Uighur

Padahal, penata rambut tersebut sudah menggunakan masker dan pelanggan serta rekan kerjanya pun sudah menerapkan disiplin yang demikian.

"Dia lalu menularkan virus ke 91 orang," ujar pejabat kesehatan setempat pada Sabtu (23/5/2020), dikutip dari CNN.

Para penata rambut di China mempunyai cara unik agar tak terjadi kontak fisik secara langsung dengan pelanggan. Mereka menggunakan metode potong rambut jarak jauh
Para penata rambut di China mempunyai cara unik agar tak terjadi kontak fisik secara langsung dengan pelanggan. Mereka menggunakan metode potong rambut jarak jauh (News Flare / China Recorder by Daily Mail)

Dia sudah bekerja selama 8 hari di bulan ini, setelah bisnis kembali dibuka.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved