TRIBUNNEWSWIKI.COM - Apa maksud dari new normal life yang disebut oleh Pemerintah?
Pemerintah menyebut bahwa masyarakat akan menjalani new normal live hingga tahun depan atau bisa juga lebih.
Pandemi virus corona atau covid-19 yang sekarang menyebar di seluruh dunia sudah merubah kehidupan manusia.
Manusia yang dulu sering berkumpul dan bertemu kini diimbau untuk tetap di rumah dan tidak beraktivitas di rumah.
Bahkan kegiatan mendasar seperti sekolah, bekerja hingga beribadah pun dianjurkan untuk dilakukan di rumah.
Hal tersebut untuk memutus rantai penyebaran virus corona ini.
Baca: Aturan New Normal di Tempat Kerja, Menkes Terawan Minta Tiadakan Sif Malam hingga Pagi Hari
Baca: Sambut New Normal, Facebook dan 5 Perusahaan Ini Akan Berlakukan WFH Untuk Karyawan Selamanya
Perubahan kehidupan tersebut tentunya memiliki dampak luas di berbagai sektor.
Pasalnya berubahnya aktivitas masyarakat tersebut membuat dunia usaha sepi, seperti bidang pariwisata, transportasi online, penjuaan retail dan masih banyak lagi.
Berjalannya waktu, tinggal di rumah dinilai tidak bisa selamanya diterapkan untuk menjaga keseimbangan perekonomian.
Sejumlah negara pun mulai melonggarakan kebijakan terkait mobilitas warganya.
Di sisi lain, virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 masih terus mengancam.
Korban jiwa akibat virus Corona pun terus bertambah.
Di sinilah, pola hidup baru atau new normal akan diimplementasikan.
Lantas, apa dan seperti apa new normal tersebut?
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan covid-19.
Menurut Wiku, prinsip utama dari new normal itu sendiri adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup.
"Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal atau kita harus beradaptasi dengan beraktivitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, serta bekerja, bersekolah dari rumah," kata Wiku kepada Kompas.com, baru-baru ini.
Wiku menerangkan, secara sosial disadari bahwa hal ini akan berpengaruh.
Pasalnya, ada aturan yang disebutkan dalam protokol kesehatan untuk menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.
Masyarakat, kata Wiku, akan menjalani kehidupan secara new normal hingga ditemukannya vaksin dan dapat digunakan sebagai penangkal virus Corona.