Hampir 4 Bulan Tutup Akibat Pandemi Virus Corona, Disneyland Shanghai China Akan Dibuka Lagi

Disneyland Shanghai jadi taman hiburan Disney pertama yang akan dibuka setelah tutup beberapa lama akibat pandemi


zoom-inlihat foto
ilustrasi-disneyland-shanghai-akan-dibuka-kembali.jpg
pixabay.com/bunzellisa
Ilustrasi Disneyland Shanghai akan dibuka kembali.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Chief Executive Disneyland Bob Chapek mengumumkan Disneyland Shanghai akan dibuka kembali pada 11 Mei 2020.

Terhitung taman hiburan itu sudah ditutup hampir empat bulan karena pandemi virus corona.

Diberitakan TribunnewsWiki.com  dari ABC News, Disneyland Shanghai akan menjadi taman hiburan Disney yang dibuka pertama kali setelah tutup akibat pandemi.

Pamela Hymel, kepala petugas medis Disney Parks, mengatakan fokus utama mereka tetap pada keselamatan pengunjung.

"Seperti yang dapat Anda bayangkan, mengelola kepadatan pengunjung dalam antrian, restoran, hotel, naik kendaraan, dan fasilitas lainnya di seluruh taman dan di seberang resor adalah fokus utama."

Ilustrasi Disney
Ilustrasi Disney (https://www.engadget.com)

Baca: Yakin Virus Corona Buatan Laboratorium di Wuhan, Amerika Serikat Akan Minta Tanggung Jawab China

Baca: Inilah 10 Negara dengan Kasus Virus Corona Terbanyak di Dunia, China Justru Tak Masuk Daftar

"Karena kami menerapkan pedoman jarak fisik berdasarkan pedoman dari otoritas kesehatan, seperti Pusat untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan lembaga pemerintah yang sesuai, "tulisnya dalam sebuah surat yang dipublikasikan di web perusahaan.

Dengan memathui protokol kesehatan, jumlah pengunjung mungkin akan dibatasi.

"Ini kemungkinan akan mencakup penerapan ukuran kapasitas pengunjung untuk mematuhi pedoman negara bagian dan federal."

Hymel tidak menutup kemungkinan akan memanfaatkan teknologi demi menjamin keselamatan pengunjung.

"Kami juga sedang menjajaki cara untuk menggunakan teknologi untuk membantu kami dalam upaya ini, seperti dengan aplikasi kami dan melalui antrian virtual di Disneyland dan Walt Disney Dunia."

Sebelum dibuka, perusahaan berencana untuk meningkatkan pembersihan dan desinfeksi di area taman hiburan.

Sejauh ini, Disney telah menambahkan pembersih tangan dan tempat cuci tangan di seluruh resor, dan sedang menilai kebutuhan akan peralatan pelindung pribadi, seperti masker.

Wuhan Dibuka dari Lockdown, Disambut Pertunjukan Cahaya

Meski masih ada kasus positif, memang pandemi virus corona berangsur-angsur terkendali di China.

Jauh sebelum Disneyland membuka taman hiburan, China sendiri telah mencabut status lockdown Kota Wuhan, Rabu (8/4/2020).

Terhitung, Wuhan berada dalam lockdown selama 11 minggu, seperti diberitakan Time dari AP.

Kini pemerintah China mulai mengizinkan penduduk untuk beraktivitas seperti biasanya.

Hingga Rabu tengah malam waktu setempat, mereka yang sehat dan tidak memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19, maka bisa pergi tanpa memerlukan izin khusus.

ILUSTRASI - Orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 mengontrol titik akses ke pemakaman Biandanshan di Wuhan di provinsi Hubei pusat Cina pada 31 Maret 2020.
ILUSTRASI - Orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 mengontrol titik akses ke pemakaman Biandanshan di Wuhan di provinsi Hubei pusat Cina pada 31 Maret 2020. (Hector RETAMAL / AFP)

Baca: Cerita Dokter Wuhan Atasi Covid-19: Terpaksa Abaikan Pasien Kritis, hingga Belajar di Tempat Kerja

Baca: Ada yang Tanpa Gejala, Peneliti Klaim Ribuan Kasus Positif Covid-19 di Wuhan Tak Tercatat

Bahkan, pertunjukan cahaya diadakan di kedua sisi Sungai Yangtze.

Tampak di jembatan dan gedung pencakar langit menampilkan gambar animasi petugas kesehatan yang berjibakuh merawat korban Covid-19.

"Kota Heroik" menjadi julukan yang diberikan oleh Presiden China Xi Jinping untuk kota yang menjadi awal kemunculan pandemi ini.

Lalu lintas bergerak dengan cepat melalui jembatan, terowongan, dan pintu tol yang baru dibuka kembali.

Sementara ratusan orang menunggu kereta pertama dan penerbangan ke luar kota, banyak yang berharap untuk kembali bekerja di tempat lain.

Pembatasan di Kota Wuhan sendiri dilaporkan telah berkurang secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini beriring dengan tren penurunan angka infeksi di keseluruhan daratan Cina.

Data pemerintah menunjukkan, pada hari Selasa bahkan tidak ada penambahan kasus baru.

Suasana kota Wuhan, China setelah ditutup karena wabah virus Corona yang berasal dari tempat ini.
Suasana kota Wuhan, China setelah ditutup karena wabah virus Corona yang berasal dari tempat ini. (AFP)

Baca: Jumlah Penderita Covid-19 Terus Menurun, 16 Rumah Sakit Sementara Penanganan Corona di Wuhan Ditutup

Baca: AS-China Saling Tuding, PM Singapura Sempat Berseru Dunia Akan Cari Pemimpin Lain Tangani Covid-19

Meski ada pertanyaan mengenai kejujuran pendataan yang dilakukan Cina, penutupan Wuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, telah cukup berhasil sehingga negara-negara di seluruh dunia mengadopsi tindakan serupa.

Selama lockdown 76 hari, penduduk Wuhan hanya diizinkan keluar dari rumah mereka untuk membeli makanan atau keperluan lain yang dianggap mutlak diperlukan.

Beberapa diizinkan meninggalkan kota, tetapi hanya jika mereka memiliki dokumen yang menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki risiko kesehatan, dan surat yang menyatakan ke mana mereka pergi dan mengapa.

Penduduk lain di Hubei diizinkan meninggalkan provinsi itu mulai sekitar tiga minggu lalu, asalkan mereka dapat menjamin kesehatan mereka.

Langkah-langkah pencegahan seperti mengenakan masker, pemeriksaan suhu, dan membatasi akses ke komunitas perumahan akan tetap diberlakukan di Wuhan, yang merupakan ibu kota Hubei.

Penumpang memakai masker ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Wuhan Wuchang di Wuhan, awal 8 April 2020, untuk meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina. Ribuan pelancong Tiongkok berbondong-bondong untuk mengejar kereta api meninggalkan Wuhan yang dilanda virus korona awal 8 April, ketika pihak berwenang mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota tempat pandemi global pertama kali muncul.
Penumpang memakai masker ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Wuhan Wuchang di Wuhan, awal 8 April 2020, untuk meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina. Ribuan pelancong Tiongkok berbondong-bondong untuk mengejar kereta api meninggalkan Wuhan yang dilanda virus korona awal 8 April, ketika pihak berwenang mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota tempat pandemi global pertama kali muncul. (NOEL CELIS / AFP)

Baca: Tak Banyak Petugas Medis Terpapar Covid-19, Begini Perencanaan Matang Singapura Hadapi Pandemi

Baca: Peneliti Hong Kong Ungkap Ketahanan Virus Corona di Berbagai Benda, Bisa Hidup 7 Hari di Masker

Sementara itu, People's Daily memperingatkan agar warga Wuhan tak terlalu cepat merayakan hal ini.

“Hari ini yang sudah lama dinanti-nantikan orang dan itu benar untuk bersemangat. Namun, hari ini tidak menandai kemenangan terakhir, "kata surat kabar itu.

"Pada saat ini, kita masih perlu mengingatkan diri kita bahwa karena Wuhan tidak diblokir, kita bisa senang, tetapi kita tidak boleh santai."

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, tim SWAT lengkap dengan pakaian hazmat putih telah berpatroli di luar stasiun kereta api kota Hankou.

Tiket untuk kereta api keluar dari Wuhan ke kota-kota di seluruh China sudah diiklankan di papan iklan elektronik, dengan kereta pertama berangkat ke Beijing pada pukul 6:25 pagi.

Petugas melalui pengeras suara, terus memberi pengumuman tentang langkah-langkah pengendalian pandemi, seperti menjaga jarak aman dan memakai masker.

Penumpang memakai masker ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Wuhan Wuchang di Wuhan, awal 8 April 2020, untuk meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina. Ribuan pelancong Tiongkok berbondong-bondong untuk mengejar kereta api meninggalkan Wuhan yang dilanda virus korona awal 8 April, ketika pihak berwenang mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota tempat pandemi global pertama kali muncul.
Penumpang memakai masker ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Wuhan Wuchang di Wuhan, awal 8 April 2020, untuk meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina. Ribuan pelancong Tiongkok berbondong-bondong untuk mengejar kereta api meninggalkan Wuhan yang dilanda virus korona awal 8 April, ketika pihak berwenang mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota tempat pandemi global pertama kali muncul. (NOEL CELIS / AFP)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)


Artikel ini juga  tayang di Tribunnews.com dengan judul Hampir 4 Bulan Tutup Akibat Pandemi Virus Corona, Disneyland Shanghai China Akan Dibuka Lagi





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved