TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi Covid-19 turut menginfeksi pekerja medis di berbagai negara.
Hal itu lantaran petugas medis menjadi garda terdepan yang bertindak langsung untuk merawat pasien positif virus corona.
Hal itu membuat mereka memiliki kemungkinan terapar yang besar.
Dilansir TribununnewsWiki.com dari South China Morning Post, Minggu (29/3/2020), sembilan dokter di Filipina telah meninggal karena positif Covid-19.
Baca: Di Tengah Pandemi Virus Corona, Warga Queensland Australia Wajib Ikut Pemilu atau Denda Rp 1 Juta
Baca: Viral Video Seorang PDP Corona Nekat Kabur dari Jendela Rumah Sakit hingga Tergeletak di Jalanan
Dua di antara dokter itu tertular karena pernah merawat pasien yang berbohong mengenai riwayat perjalanannya.
Di Spanyol, di mana lebih dari 5.400 pekerja perawatan kesehatan telah terinfeksi (sekitar 14 persen dari pasien negara itu).
Hal itu membuat tidak ada lagi pekerja yang cukup untuk merawat pasien.
Di Italia, virus membunuh seorang dokter yang tidak punya pilihan selain bekerja tanpa sarung tangan.
Amerika Serikat juga mengalami hal serupa, di mana rumah sakit di sana dibanjiri oleh pasien Covid-19.
Negara adi daya itu juga sudah melaporkan kekurangan berbagai kebutuhan medis.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pada 7 Maret mengeluarkan pedoman sementara yang mengatakan, petugas kesehatan yang terpapar coronavirus dapat diminta untuk kembali bekerja selama mereka mengenakan masker dan tidak menunjukkan gejala.
Menengok Kesiapan Singapura dalam Menghadapi Pandemi
Baca: Satu Warga Positif Covid-19, Dusun di Purbalingga Lakukan Local Lockdown: Tiap KK dapat Rp 50 Ribu
Baca: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Positif Corona, Begini Perjalanan Kariernya
Meski banyak negara mengalami kendala dengan banyaknya petugas medis yang terinfeksi, Singapura justru sebaliknya.
Singapura telah melaporkan lebih dari 600 kasus positif.
Meski demikian, hanya ada beberapa petugas medis saja yang terinfeksi.
Para ahli berpendapat bahwa ini lebih dari sekadar keberuntungan, menunjuk pada sebuah kasus di mana 41 petugas kesehatan terpapar virus corona di rumah sakit Singapura namun terhindar dari infeksi.
Pada suatu hari, pekerja medis Singapura pernah berinteraksi dengan seorang pasien positif Covid-19.
Semua pekerja datang dalam jarak dua meter dari seorang pria paruh baya positif Covid-19 yang sedang diintubasi, sebuah prosedur yang melibatkan tabung yang dimasukkan ke dalam trakea pasien.
Prosedur ini dipandang sangat berbahaya bagi petugas kesehatan karena pasien cenderung akan batuk.
Pda waktu itu, para pekerja belum tahu bahwa pria itu memiliki virus.
Karenanya, semua semua oetugas medis dikarantina setelah pasien dinyatakan positif.