Jumlah Penderita Covid-19 Terus Menurun, 16 Rumah Sakit Sementara Penanganan Corona di Wuhan Ditutup

16 rumah sakit sementara untuk merawat pasien terinfeksi virus corona di Wuhan ditutup mulai (10/3/2020), namun China masih tak lepaskan kewaspadaan.


Jumlah Penderita Covid-19 Terus Menurun, 16 Rumah Sakit Sementara Penanganan Corona di Wuhan Ditutup
MIGUEL MEDINA / AFP
pada 28 Februari 2020, setelah COVID-19, virus corona baru, menyebar ke Italia. Italia mendesak para wisatawan yang ketakutan oleh virus corona baru pada 28 Februari untuk tidak menjauh, tetapi upaya untuk meyakinkan dunia bahwa mereka mengelola wabah dengan baik dibayangi oleh peningkatan tajam dalam jumlah kasus. Sekitar 650 orang telah dinyatakan positif terkena virus di Italia, meskipun hanya 303 yang dianggap sebagai kasus klinis serius, dan kematian mencapai 17 - sejauh ini merupakan yang tertinggi di Eropa - menurut angka terbaru dari badan perlindungan sipil. 16 rumah sakit sementara untuk merawat pasien terinfeksi virus corona di Wuhan ditutup mulai (10/3/2020), namun China masih tak lepaskan kewaspadaan. 


16 rumah sakit sementara untuk merawat pasien terinfeksi virus corona di Wuhan ditutup mulai (10/3/2020), namun China masih tak lepaskan kewaspadaan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar gembira datang dari Wuhan, Provinsi Hubai, China, tempat virus corona muncul pertama kali sebelum mewabah secara global.

Sejak mewabahnya virus corona di Wuhan, otoritas setempat telah mengubah 16 tempat fasilitas umum menjadi rumah sakit sementara penanganan pasien Covid-19.

Diberitakan oleh Xinhuanet.com, ke-16 rumah sakit tersebut kini ditutup terhitung mulai Selasa (10/3/2020).

Hal tersebut lantaran pasien yang terjangkit virus bernama resmi SARS-CoV-2 tersebut terus menurun setiap harinya.

Baca: Perkembangan Terbaru Virus Corona - 11 Maret 2020: Total 4292 Meninggal, 65.893 Pasien Sembuh

Baca: Bos Olympiakos Mengaku Positif Corona, Arsenal Langsung Isolasi Empat Stafnya

Ilmuan akhirnya mengungkap alasan pengembangan vaksin untuk virus corona sangat lambat, WHO: perlu waktu 18 bulan.
Ilmuan akhirnya mengungkap alasan pengembangan vaksin untuk virus corona sangat lambat, WHO: perlu waktu 18 bulan. (YouTube WGBH News)

Bahkan pada Selasa (10/3/2020), kasus pasien yang dilaporkan positif corona hanya berjumlah 17 orang.

Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan dengan ketika adanya laporan masuk pada (9/2/2020) lalu jumlah kasus meningkat sebanyak 1,921 dalam satu hari.

Rumah sakit yang telah ditutup kemudian akan dikembalikan ke fungsi awal bangunan tersebut, seperti gimnasium dan pusat pameran.

Dengan demikian, keseluruhan rumah sakit tersebut sejak beroperasi hingga ditutup kemarin telah menerima lebih dari 12.000 pasien Covid-19.

Ke-16 rumah sakit sementara tersebut juga telah mengerahakan lebih dari 8.000 pekerja medis dan 94 tim medis dari seluruh China.

"Pembangunan rumah sakit sementara untuk menangani wabah corona adalah langkah yang inovatif dan efektif. Keputusan tersebut telah berhasil membuat kami 'memenangkan perang' terhadap virus corona," ucap Kepala Wuhan Union Hospital, Hu Yu.





Halaman
1234
Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved