Peneliti Hong Kong Ungkap Ketahanan Virus Corona di Berbagai Benda, Bisa Hidup 7 Hari di Masker

Peneliti Hong Kong Ungkap Virus Corona Bisa Bertahan Selama 7 Hari di Masker Bedah


zoom-inlihat foto
saluran-pernapasan-sakit-kabut.jpg
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
ILUSTRASI Masker - Siswa mengenakan masker gang dibagikan Petugas Taruna Siaga Bencana dalam Sosialisasi Kesehatan dan Pembagian Masker di SDN Gubuk Klakah I, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (6/1/2016). - Penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tim peneliti dari University of Hong Kong (HKU) memaparkan kemampuan virus corona dalam bertahan di berbagai macam benda.

Laporan itu diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, Kamis (2/4/2020), seperti diberitakan South China Morning Post.

Diketahui, virus corona dapat bertahan pada baja stainless dan permukaan plastik hingga empat hari.

Virus ini juga bisa bertahan hingga seminggu di permukaan luar masker.

"SARS-CoV-2 bisa sangat stabil di lingkungan yang menguntungkan, tetapi juga rentan terhadap metode desinfeksi standar," kata para peneliti, dikutip SCMP.

Baca: Izinkan Mudik Lebaran di Tengah Pandemi Virus Corona, Kebijakan Presiden Jokowi Disorot Media Asing

Baca: Berhasil Tekan Laju Penularan Tanpa Lockdown, Kini Singapura Hadapi Gelombang Kedua Covid-19

virus corona dari kompas
virus corona dari kompas (virus corona dari kompas)

Para peneliti menguji berapa lama virus bisa tetap menular pada suhu kamar pada berbagai permukaan.

Pada pencetakan dan kertas tisu virus hanya bisa bertahan kurang dari tiga jam, sedangkan pada kayu dan kain sudah hilang pada hari kedua.

Pada gelas dan uang kertas, virus itu masih terlihat pada hari kedua, tetapi sudah hilang pada hari keempat, sedangkan pada stainless steel dan plastik, virus itu bertahan selama empat hingga tujuh hari.

"Yang mengejutkan," kata para peneliti, masih ada tingkat infeksi yang terdeteksi pada lapisan luar masker bedah setelah tujuh hari.

"Inilah sebabnya mengapa sangat penting jika Anda mengenakan masker bedah Anda tidak menyentuh bagian luar topeng," kata Peiris.

"Karena Anda dapat mencemari tangan Anda dan jika Anda menyentuh mata Anda, Anda bisa memindahkan virus ke mata Anda."

ILUSTRASI Masker - Para lansia Hong Kong dalam antrian untuk mendapatkan masker di Tai Wai, Hong Kong di tengah wabah virus corona.
ILUSTRASI Masker - Para lansia Hong Kong dalam antrian untuk mendapatkan masker di Tai Wai, Hong Kong di tengah wabah virus corona. (tangkap layar foto Felix Wong via SCMP)

Baca: Tak Lakukan Lockdown, Korea Selatan Punya Cara Tersendiri Tekan Laju Penularan Covid-19

Baca: Harimau di New York Positif Virus Corona, Apakah Bisa Tularkan ke Manusia? Ini Penjelasan Ahli

Sebuah studi yang dilakukan peneliti Amerika, yang diterbitkan bulan lalu dalam jurnal ilmiah Nature juga menyimpulkan bahwa virus itu tetap bisa menular meski berada di permukaan selama berhari-hari.

Mereka menemukan virus itu ada di plastik dan baja hingga 72 jam, tetapi tidak bertahan lebih dari empat jam pada tembaga atau 24 jam pada kardus.

Tim tersebut terdiri atas ilmuwan dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Temuan dari HKU menambah pengetahuan tentang kesehatan dan kebersihan masyarakat.

Dari hasil penelitian ini, bisa diketahui tindakan pencegahan apa yang harus diambil orang saat membawa barang-barang, seperti bahan makanan ke rumah mereka.

Ilustrasi mencuci tangan
Ilustrasi mencuci tangan (pixabay.com)

Baca: Menkes Singapura Beberkan 8 Strategi Hadapi Covid-19: Deteksi Dini, hingga Lindungi Petugas Medis

Baca: AS-China Saling Tuding, PM Singapura Sempat Berseru Dunia Akan Cari Pemimpin Lain Tangani Covid-19

"Jika Anda ingin melindungi diri Anda hanya menjaga kebersihan, cuci tangan Anda dan cobalah untuk tidak menyentuh wajah Anda, mulut atau hidung Anda tanpa membersihkan terlebih dahulu," katanya.

Orang-orang yang sangat khawatir mungkin lebih suka meninggalkan barang yang tidak mudah rusak di tas belanja mereka di dapur selama sehari sebelum menyentuhnya, katanya.

Itu akan mengurangi banyak konsentrasi virus. Tapi pesan yang paling penting adalah cuci tanganmu.”

Selain itu, penelitian tim HKU juga menemukan kesimpulan disinfektan rumah tangga biasa, termasuk pemutih, efektif dalam membunuh virus.

Baca: Ilmuwan AS Klaim Virus Corona Bisa Menjadi Penyakit Musiman: Penting untuk Kembangkan Vaksin

Ilustrasi cairan Disinfektan
Ilustrasi cairan Disinfektan (pixabay.com)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved