Khawatir Penularan Covid-19, Abu Bakar Ba'asyir Ajukan Permohonan Bebas ke Presiden Jokowi

Pihak keluarga menganggap Abu Bakar Ba'asyir berhak menerima asimilasi karena sudah berusia lebih dari 60 tahun dan telah menjalani 2/3 masa pidananya


zoom-inlihat foto
abu-bakar-baasyir-tengah.jpg
Kompas.com
Abu Bakar Ba'asyir (tengah)


Pihak keluarga menganggap Abu Bakar Ba'asyir berhak menerima asimilasi karena sudah berusia lebih dari 60 tahun dan telah menjalani 2/3 masa pidananya

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo minta untuk dibebaskan dari penjara di tengah pandemi corona atau Covid-19.

Dilansir oleh Tribunnews.com, surat tersebut dikirim lewat pengacara Achmad Michdan pada hari Jumat (3/4/2020).

Baca: Yasonna Laoly Ingin Bebaskan Napi Koruptor, Najwa Shihab: Cek Lagi Sel Papa Setya Novanto

Kuasa hukum Abu Bakar Ba'asyir, Achmad Michdan menyatakan, surat permohonan itu disampaikan kepada Presiden Jokowi dan Menteri Hukum dan HAM.

"Surat ini kami sampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Bapak Prof Yasonna Hamonangan Laoly untuk menyampaikan pendapat kami perihal Asimilasi dan Hak Integrasi KH Abu Bakar Baasyir dari sisa pemidanaan beliau," kata Michdan, dikutip Tribunnews.com dari StraitsTimes.com.

Merujuk pada pedoman risiko yang dikeluarkan oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan praktik yang dilakukan di beberapa negara, kuasa hukumnya berpendapat, Ba'asyir adalah salah satu narapidana yang wajib diprioritaskan karena rentan kesehatan.

Selain itu, Baasyir juga saat ini berusia 81 tahun.

Baca: Yasonna Laoly Ingin Bebaskan Napi Koruptor, Najwa Shihab: Cek Lagi Sel Papa Setya Novanto

Baca: Roro Fitria Bersama 30 Ribu Narapidana Lain Dibebaskan dari Penjara oleh Kemenkumham

Hal senada juga diungkapkan anak Abu Bakar Baasyir yang berharap ayahnya dibebaskan melalui kebijakan pembebasan napi melalui asimilasi dan hak integrasi.

"Dengan situasi seperti sekarang ini kita ingin mengambil kesempatan itu untuk bisa kita gunakan, supaya beliau bisa diberikan hak asimilasinya," kata Rahim kepada wartawan, Senin (6/4/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Rahim mengatakan, ayahnya berhak menerima asimilasi karena sudah berusia lebih dari 60 tahun dan telah menjalani 2/3 masa pidananya.

Rahim berharap, pemerintah dapat mengabulkan permohonan Ba'asyir dengan alasan kemanusiaan karena Ba'asyir sudah berusia 81 tahun dan masih harus tinggal di LP Gunung Sindur.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved