Harun Masiku

Harun Masiku merupakan calon Legislatif Paetai PDIP di pemilu 2019 yang kini ditetapkan sebagai tersangka dugaan memberikan suap kepada Wahyu Setiawan, Komisioner KPU.


Harun Masiku
kbr.id
Harun Masiku.(kbr.id) 

Harun Masiku merupakan calon Legislatif Paetai PDIP di pemilu 2019 yang kini ditetapkan sebagai tersangka dugaan memberikan suap kepada Wahyu Setiawan, Komisioner KPU.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Harun Masiku merupakan calon Legislatif PDIP di pemilu 2019.

Harun diketahui lahir pada 21 Maret 1971.

Harun ditetapkan penyidik KPK sebagai tersangka dengan dugaan memberikan suap kepada Wahyu Setiawan.

Pemberian suap itu dimaksudkan agar Harun ditetapkan sebagai anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) karena anggota DPR dari PDIP terpilih, yaitu Nazarudin Kiemas, meninggal dunia.

Pada Selasa, 7 Januari 2020, malam, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Baca: KPK Umumkan Penggeledahan Kasus Wahyu Setiawan, Sudjiwo Tedjo Beri Komentar Satir: Ini Sangat Mulia

Baca: Wahyu Setiawan Resmi Tersangka Kasus Suap, KPU Tak Berikan Bantuan Hukum

KPK kemudian menetapkan Wahyu dan Agustiani, orang kepercayaan Wahyu, sebagai tersangka penerima suap.

Sementara itu, Harun Masiku serta Saeful ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Saat OTT dilancarkan, Harun tidak turut dibawa tim KPK.

Entah di mana Harun. Setelah berstatus tersangka, barulah kemudian KPK meminta Harun menyerahkan diri.(1)

  • Pendidikan


Harun Masiku menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Watampone.

Masih di daerah yang sama, ia melanjutkan di SMP N 2 Watampone pada 1983- 1986.

Harun lalu melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Barru, kemudian Universitas Hassanudin.

Selepas itu, ia juga menempuh peendidikan perguruan tinggi di Universitas Warwick, Inggris.

Saat bersekolah di Inggris, dia tercatat pernah menjadi Ketua Persatuan Pelajar Indonesia United Kingdom West Midland.

Baca: Wahyu Setiawan

Baca: Komisioner KPU Wahyu Setiawan Mengundurkan Diri Setelah Jadi Tersangka Kasus Suap

Berikut riwayat pendidikannya:

  • SDN 1 Watampone
  • 1983-1986 SMPN 2 Watampone
  • 1986-1989 SMAN 1 Barru
  • 1989-1994 Universitas Hasanuddin
  • 1998-1999 Universitas Warwick, Inggris.(2)

  • Karier


Harun merupakan caleg PDI-P dari Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan dengan nomor urut enam.

Wilayah dapil itu meliputi Kota Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Kota Lubuklinggau.

Awalnya nama Harun tidak tercantum dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yang dipublikasikan melalui lama resmi KPU, yaitu infopemilu.kpu.go.id.

Posisi nomor urut enam saat itu disusuki oleh Astrayuda Bangun.

Belakangan setelah KPU melakukan pemutakhiran data, nama Harun baru terdaftar di dalam Daftar Calon Tetap (DCT).

Pada Pileg 2019 lalu, Harun harus mengaki keunggulan almarhum Nazarudin Kiemas.

Baca: Taufiq Kiemas

Baca: Megawati Soekarnoputri

Adik dari Taufik Kiemas, suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu, berhasil memperoleh suara tertinggi mencapai 145.752 suara.(3)

Harun harus puas berada di posisi keenam lantaran hanya mengantongi perolehan 5.878 suara.

Sedangkan posisi keda hingga kelima ditempati Riezky Aprilia (nomor urut 3) dengan 44.402 suara dan Darmadi Fajri (nomor urut 2) dengan 26.103 suara.

Kemudian, Doddy Julianto Siahaan (nomor urut 5) dengan 19.776 suara, dan Diah Okta Sari (nomor urut 4) dengan 13.310 suara.

Meski memperoleh urutan keenam, justru Harun yang dimajukan PDI Perjuangan untuk menggantikan Nazaruddin yang meninggal sebelum pemilihan digelar.

Baca: Hasto Kristiyanto

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Jendral DPP PDIP Hasto Kristiyanto pada 9 Januari 2020.

Ia kala itu mengungkapkan bahwa Harun sosok yang bersih dan memiliki track record hukum yang baik.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 57 P/HUM/2019 PDIP memilikikewenangan menentukan pengganti anggota legislative terpilih yang meninggal dunia.

Hasto menegaskan, dalam merekomendasikan nama Harun, PDI Perjuangan pun berpegang pada aturan tersebut.

Meski demikian, pada akhirnya KPU menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin untuk duduk di kursi Senayan, karena memperoleh suara terbanyak kedua.(4)

Baca: Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Pada 9 Januari 2020 dalam Konferensi pers di Gedung Merah Putih, Lili mengatakan pada awal Juli 2019, salah satu pengurus DPP PDIP memerintahkan Doni, seorang pengacara, mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Sebelum hijrah ke PDIP, Harun tercatat aktif sebagai anggota Partai Demokrat.

Pada 2009, ia menjadi Tim Sukses Pemenangan Pemilu dan Pilpres Partai Demokrat Sulawesi Tengah untuk memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Ia pernah maju sebagai caleg dari Demokrat.

Harun pernah menjadi Tenaga Ahli Komisi III DPR pada 2011.

Ia juga aktif sebagai Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia.(5)

Riwayat Organisasi

  • Anggota Partai Demokrat
  • Anggota GMKI
  • 1998-1999 Ketua Persatuan Pelajar Indonesia UK
  • 1998-1999 Student Union University Of Warwick UK
  • ANGGOTA Perhimpunan Advokat Indonesia
  • 2019 Calon Legislatif PDIP.(6)

(TribunnewsWiki.com/Saradita)



Nama Harun Masiku
Lahir 21 Maret 1971, Jakarta, Indonesia
Status Caleg PDIP di Pemilu 2019
Pendidikan 1989-1994 Universitas Hasanuddin
1998-1999 Universitas Warwick, Inggris
Penghargaan 1998 British Chevening Award
Partai Partai Demokrat (Pemilu 2014)
PDIP (Pemilu 2019)
Berita terkini Ditetapkan sebagai tersangka kasus suap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan


Sumber :


1. news.detik.com
2. www.inews.id
3. wow.tribunnews.com
4. wartakota.tribunnews.com
5. nasional.tempo.co
6. kbr.id


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved